KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang memastikan pembangunan Sarana Terpadu Olahraga Lakidende segera dimulai. Proyek yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sultra tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Anis Mustamir, mengatakan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas olahraga dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan prestasi atlet daerah.
“Ini termasuk program prioritas Pak Gubernur dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah. Beberapa gedung yang direhabilitasi merupakan fasilitas yang selama kurang lebih 10 tahun terakhir belum pernah mendapatkan perbaikan, seperti Gedung KONI dan kolam renang,” ujar Anis kepada awak media, Senin (15/6).
Selain rehabilitasi fasilitas yang sudah ada, pemerintah juga akan membangun sejumlah sarana olahraga baru. Di antaranya sarana panjat tebing, jogging track, serta pembenahan lapangan golf yang berada di kawasan olahraga Lakidende.
Menurut Anis, rencana pembangunan lapangan tembak yang sebelumnya masuk dalam program pengembangan kawasan olahraga kemungkinan akan dialihkan menjadi arena panahan. Pertimbangan tersebut diambil karena lapangan tembak memerlukan desain khusus dan standar keamanan yang lebih ketat mengingat lokasinya berada di pusat kota dan berdekatan dengan permukiman warga.
“Kalau untuk lapangan tembak memang membutuhkan perancangan yang lebih matang karena berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan pemukiman masyarakat. Karena itu kemungkinan akan dialihkan menjadi fasilitas panahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini seluruh perencanaan pembangunan telah diselesaikan. Tahapan yang sedang berjalan adalah proses lelang, sementara pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada Juli hingga Agustus mendatang.
“Untuk perencanaan sudah kita lakukan. Sekarang progres kami berada pada proses lelang. Target pembangunan fisik dimulai sekitar Juli atau Agustus dan Insyaallah selesai pada Desember tahun ini,” katanya.
Anis berharap sebagian fasilitas yang dibangun sudah dapat dimanfaatkan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Menurutnya, pembangunan sarana olahraga merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet karena prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga didukung oleh fasilitas yang memadai.
“Bagaimanapun pembinaan atlet tanpa sarana yang baik tentu tidak akan maksimal. Dengan pembangunan ini, atlet juga merasakan perhatian pemerintah, karena selain menjadi penyumbang prestasi dan medali, mereka juga membutuhkan fasilitas olahraga yang layak,” pungkasnya. (red/id)











