KORANHeadline.com, KENDARI – Distributor pangan UD Gangga Amerta Sulawesi memastikan ketersediaan minyak goreng di Kota Kendari dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat pun diimbau tidak panik menyikapi isu kelangkaan minyak goreng yang beredar belakangan ini.
Direktur Utama UD Gangga Amerta Sulawesi, Made Adi Wikantara, S.M., saat dikunjungi Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, mengatakan stok minyak goreng di Toko Putra Gangga selalu tersedia dan tidak mengalami kelangkaan. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menerima tambahan pasokan berupa satu kontainer minyak goreng premium.
“Kalau di toko kami, khususnya di Putra Gangga, keadaan minyak tidak ada yang langka, bahkan stok kami aman. Dalam waktu dekat akan datang lagi satu kontainer minyak premium dengan harga yang tetap terjangkau untuk masyarakat,” kata Made, Kamis (4/6).
Ia menjelaskan, minyak goreng premium kemasan satu liter saat ini dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per liter. Harga tersebut dinilai lebih murah dibandingkan harga yang beredar di sejumlah tempat lain yang mencapai Rp30 ribu per liter.
Menurutnya, selain minyak goreng, berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti beras, telur, sembako, hingga air minum juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan di Kota Kendari.
“Selain minyak goreng ada beras, telur, sembako lainnya, dan air minum. Semuanya aman. Apalagi untuk minyak goreng, stok yang ada sekarang sedang penuh,” ujarnya.
Made juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyebutkan minyak goreng mengalami kelangkaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga pasokan agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.
“Khususnya masyarakat Kota Kendari, jangan panik dengan framing yang mengatakan minyak goreng langka. Di tempat kami stok selalu tersedia untuk masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Toko Putra Gangga tidak memberlakukan pembatasan pembelian minyak goreng maupun syarat tertentu bagi konsumen. Warga dapat membeli sesuai kebutuhan tanpa harus memenuhi ketentuan belanja minimum.
“Kalau di tempat lain mungkin ada pembatasan pembelian, tetapi di Putra Gangga tidak ada batasan. Mau ambil berapa pun ada stok. Masyarakat bisa datang dan berbelanja dengan harga murah tanpa syarat apa pun,” pungkasnya. (red)












