KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian mulai menyalurkan bantuan pascabanjir kepada petani di wilayah persawahan Amoholo. Bantuan yang dijanjikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut kini telah tiba dan mulai didistribusikan kepada kelompok tani yang terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, S.Pt., M.Si, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kerusakan lahan pertanian akibat banjir yang melanda kawasan persawahan Amoholo beberapa waktu lalu.
“Tahun ini alhamdulillah terkait pascabanjir yang melanda daerah persawahan kita di Amoholo, bantuan pemerintah yang dijanjikan oleh Kementerian Pertanian sudah tiba berupa bantuan benih untuk peruntukan 330 hektare,” ujar Imran.
Selain bantuan benih padi, Kementan juga akan menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah tersebut. Bantuan alsintan yang telah direkomendasikan terdiri dari dua unit mesin panen (combine harvester), dua unit dryer atau mesin pengering hasil panen, dua unit traktor roda dua, serta satu unit traktor roda empat.
Menurut Imran, dukungan pemerintah pusat tidak hanya menyasar komoditas padi, tetapi juga sektor hortikultura dan perkebunan. Sejumlah bantuan bibit dan benih telah dipastikan akan diterima Kota Kendari dalam waktu dekat.
“Beberapa bantuan hortikultura berupa bibit dan benih juga sudah terkonfirmasi. Yang sudah pasti sekarang adalah bantuan kakao untuk pengembangan lahan seluas 200 hektare,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Pertanian Kota Kendari bersama para penyuluh pertanian lapangan tengah melakukan proses CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) guna memastikan bantuan diterima oleh petani yang benar-benar memenuhi syarat dan membutuhkan.
“Kami sementara melakukan CPCL dibantu penyuluh-penyuluh untuk mengidentifikasi calon penerima. Kita ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, untuk bantuan benih padi, penyaluran telah dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan lahan. Imran menjelaskan bahwa wilayah yang telah siap tanam menjadi prioritas distribusi, mengingat sebagian lahan di Amoholo saat ini masih dalam tahap pengolahan dan persiapan tanam.
“Untuk wilayah yang sudah siap tanam, benih sudah kami salurkan dan saat ini barangnya sudah berada di kelompok tani di Amoholo. Kami memang mengharapkan identifikasi lahan dan calon penerima dilakukan dengan baik agar bantuan diberikan kepada petani yang benar-benar layak menerima,” pungkas mantan Kadis Perikanan. (red/id)












