KORANHeadline.com, KENDARI – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kota Kendari terus dilakukan. Salah satunya melalui penyusunan Booklet Edukasi Kebencanaan hasil kolaborasi antara Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES), Otniel Enrico Padang, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari.
Booklet tersebut disusun dalam rangka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai media edukasi sederhana yang mudah dipahami masyarakat.
Mahasiswa FH UNNES, Otniel Enrico Padang, menjelaskan bahwa booklet ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program mitigasi bencana yang dijalankan BPBD Kota Kendari. Menurutnya, edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat mengingat Kota Kendari memiliki potensi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
“Melalui booklet ini kami ingin menghadirkan informasi yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan terdekat dan dari pemahaman yang baik mengenai langkah mitigasi,” ujar Otniel, Senin (15/6).
Booklet yang berjudul Panduan Mitigasi dan Peran Masyarakat Siaga Bencana memuat berbagai materi penting, mulai dari pengenalan tugas dan fungsi BPBD Kota Kendari, potensi bencana di Indonesia dan Kota Kendari, hingga langkah-langkah mitigasi banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Selain itu, booklet juga menjelaskan pentingnya koordinasi dan peran aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.
Dalam booklet tersebut dijelaskan bahwa Kota Kendari memiliki tingkat kerawanan terhadap sejumlah bencana akibat curah hujan tinggi, kondisi geografis wilayah perbukitan, cuaca ekstrem, serta keberadaan sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk memahami risiko bencana di sekitarnya sebagai langkah awal meningkatkan kesiapsiagaan.
Otniel menambahkan, penyusunan booklet juga bertujuan mendukung upaya BPBD dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan kepada masyarakat secara lebih luas. Dengan materi yang ringkas dan ilustratif, booklet diharapkan dapat menjadi bahan edukasi yang efektif bagi pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum.
Sementara itu, melalui booklet tersebut BPBD Kota Kendari menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Peran aktif warga dalam menjaga lingkungan, mengikuti simulasi kebencanaan, melaporkan potensi bencana, hingga membantu sesama saat terjadi bencana menjadi faktor penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Kolaborasi antara FH UNNES dan BPBD Kota Kendari ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam memperkuat literasi kebencanaan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, risiko dan dampak bencana di Kota Kendari diharapkan dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan yang lebih baik. (red/id)











