KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan Harmoni Sultra pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-62 yang akan digelar pada 24 April 2026 di Eks Tugu MTQ Kendari.
Dalam ajang tersebut, Distanak Sultra akan menghadirkan berbagai inovasi unggulan di sektor pertanian, salah satunya dengan memamerkan benih padi unggul bernama Sanggoleo yang telah resmi diluncurkan oleh Gubernur Sultra di Wawotobi, Kabupaten Konawe.
Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa program pengembangan benih unggul ini merupakan bagian dari arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam upaya meningkatkan produksi pertanian di daerah.

“Benih Sanggoleo akan kami pamerkan kepada masyarakat, khususnya para petani, agar semakin banyak yang beralih menggunakan benih bersertifikat,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya penggunaan benih bersertifikat guna meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, petani diharapkan tidak lagi menggunakan benih sembarangan yang tidak terjamin kualitasnya.
“Petugas lapangan kami terus melakukan sosialisasi agar petani menggunakan benih bersertifikat. Ini sangat penting untuk meningkatkan produksi padi di Sultra,” jelasnya.
Benih Sanggoleo memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya daya tumbuh di atas 90 persen, tingkat keseragaman mencapai 99 persen, serta potensi produksi rata-rata 8 hingga 10 ton per hektare.
Selain itu, masa panen relatif singkat, yakni sekitar 110 hingga 120 hari.
Tak hanya dipamerkan, benih tersebut juga akan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau, sekitar Rp8.000 per kilogram. Langkah ini sekaligus menjadi upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebelumnya, pada awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sultra telah membagikan benih padi gratis Sanggoleo kepada kelompok tani di Wawotobi. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem perbenihan daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa program benih mandiri tidak hanya berfokus pada penyediaan benih, tetapi juga membangun ekosistem perbenihan yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada petani.
“Program ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem perbenihan yang mandiri, tangguh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sultra melalui UPTD Balai Perbanyakan Benih Tanaman Pangan menjaga kemurnian dan kualitas genetik benih. Proses perbanyakan dilakukan oleh penangkar binaan, sementara mutu benih diawasi secara ketat oleh UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSTP) guna menjamin kepercayaan petani. (eed)















