KORANHeadline.com, KENDARI – Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berlanjut.
Dinas Kominfo Kota Kendari mulai mensosialisasikan penggunaan aplikasi absensi baru yang menggunakan teknologi biometrik wajah (Face ID) dengan fitur keamanan tinggi.
Aplikasi ini diluncurkan oleh Ibu Wali Kota bertepatan Hari Guru 25 November. Berbeda dengan absensi digital biasa, aplikasi ini mengharuskan pegawai berinteraksi dengan layar saat pengambilan absen.

“Sistemnya sudah pengambilan gambar wajah real-time. Nanti aplikasi memberi perintah, misalnya kita disuruh hadap kanan, kiri, atau menunduk. Jadi tidak bisa diwakilkan atau dimanipulasi pakai foto,” jelas Kadis Kominfo, Sahuriyanto, Selasa (24/11).
Saat ini, sambung Sahuriyanto, baru 10 OPD yang telah tersosialisasi. Dalam 2-3 hari ke depan, Kominfo menargetkan perampungan data wajah seluruh ASN.
Sistem ini akan memasuki masa uji coba (trial) sepanjang bulan Desember nanti sebelum diterapkan secara penuh sebagai dasar kinerja pada tahun 2026.
“Ini adalah rangkaian upaya menerapkan kedisiplinan ASN dan wujud komitmen kepala daerah memperbaiki kualitas SDM kita,” terangnya.
“Ini ada hubungannya dengan TPP atau tambahan penghasilan pegawai karena selama ini menurut Ibu Walikota banyak ASN yang hanya menitip absen tapi tidak masuk kantor, tapi sama juga pembayaran TPP nya sehingga dengan ini Ibu Wali memerintahkan untuk mencari solusi alternatif. Nah terbitlah aplikasi absensi Face ID ini nah absensi ini ini Insyaallah akan kita terapkan di 2026,” tambah mantan Kadis Pertanian tersebut. (red/ID)















