KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari bakal membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Puuwatu sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.
Kepala Bappeda Kota Kendari, Syaiful, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan TPST ini bermula dari keikutsertaan pihaknya dalam pembahasan program pengelolaan sampah yang digagas Kementerian Dalam Negeri melalui program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP).
“Sebenarnya pemenuhan administrasi kita sudah lengkap. Tinggal menunggu kapan Kemendagri meluncurkan program ini. Bisa saja tahun depan, kita masih menunggu,” ujar Syaiful didampingi Kadis PU, Jayadi, Kamis (16-4-2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), produksi sampah di Kota Kendari saat ini mencapai sekitar 256 ton per hari. Sementara kapasitas TPST yang direncanakan hanya mampu mengolah sekitar 100 ton sampah per hari.
“Kapasitas 100 ton per hari ini belum cukup. Masih ada sekitar 150 ton yang belum tertangani. Untuk itu, kami terus berupaya menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR agar ada dukungan tambahan penanganan sampah,” jelasnya.
TPST tersebut nantinya akan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang diolah dari sampah padat. Produk ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Syaiful menambahkan, skema pendanaan proyek ini bukan hibah, melainkan menggunakan sistem reimbursement (rembes), di mana pembangunan dilakukan secara bertahap sebelum pencairan anggaran berikutnya. Pemkot Kendari sendiri telah menyiapkan dana awal sebesar Rp17 miliar dari APBD.
“Total perencanaan anggaran mencapai lebih dari Rp90 miliar. Pembangunan meliputi hanggar lengkap dengan sarana dan prasarana, termasuk alat berat, alat pengangkut, mesin pencacah, hingga fasilitas pemilahan sampah sampai menjadi RDF,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan TPST ini merupakan bagian dari program nasional dalam mendukung penanganan sampah. Untuk daerah dengan produksi sampah di bawah 1.000 ton per hari seperti Kendari, tetap mendapat perhatian pemerintah pusat melalui berbagai skema bantuan.
“Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden. Anggarannya juga didukung penuh dari kementerian,” pungkas Syaiful. (Red)












