Daerah

Pemprov Dukung Penuh SMSF 2026 Bank Indonesia Sultra: Percepat Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM

399
×

Pemprov Dukung Penuh SMSF 2026 Bank Indonesia Sultra: Percepat Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
Wagub, Ir Hugua di didampingi kepala BI Sultra Edwin Permadi saat mengunjungi stand UMKM SMSF 2026.

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia Perwakilan Sultra terus memperkuat sinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah dan digital melalui penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest (SMSF) 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sultra sekaligus momentum strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM.

Dalam sambutannya pada Opening Ceremony, Gubernur Sultra yang diwakili Wagub, Ir Hugua mengatakan bahwa pemerintah daerah menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Di Sultra, tercatat ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang terus berkembang, mulai dari feshion, kuliner hingga kerajinan tangan.

“UMKM dan ekonomi syariah merupakan kekuatan utama dalam perputaran ekonomi daerah yang perlu terus didorong secara berkelanjutan,” ujarnya.

“Ini bagian dari upaya mendukung pengembangan ekonomi syariah dan memperkuat ekosistem UMKM untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Sultra yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Peran Bank Indonesia Sultra dalam kegiatan ini sangat sentral, khususnya dalam mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan inklusi keuangan. Melalui berbagai program dan inovasi, BI Sultra aktif menghadirkan ekosistem transaksi non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini semakin luas digunakan masyarakat.

Data menunjukkan, penggunaan QRIS di Sultra terus mengalami peningkatan signifikan. Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi masyarakat, tetapi juga membuka akses keuangan yang lebih inklusif bagi pelaku UMKM, sehingga mampu mempercepat perputaran ekonomi serta meningkatkan akuntabilitas transaksi.

Baca Juga :  Resmi Menjabat Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka Siap Bekerja untuk Kemajuan Daerah

Selain itu, BI Sultra juga berperan sebagai inisiator dan penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Sultra Maimo Sharia Fest 2026. Bersama pemerintah daerah, OPD, lembaga keuangan, komunitas kreatif, dan media, BI mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Ditempat sama kepala BI Sultra, Edwin Permadi menuturkan, setiap tahun secara nasional, Bank Indonesia menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang merupakan platform acara integrasi ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Tahun ini, ISEF memasuki tahun ke-13 yang akan diselenggarakan pada 14 s.d. 18 Oktober 2026 di Jakarta.

Sebagai bagian dari rangkaian ISEF, diselenggarakan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang dilaksanakan pada 3 (tiga) wilayah yaitu Sumatera di Sumatera Selatan pada 5 Juni 2026 dilanjutkan dengan FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) di NTB pada 3 Juli 2026, serta FESyar Jawa di Jawa Timur pada 25 September 2026. Selanjutnya, kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diselenggarakan di Kota Kendari.

Kondisi perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah tantangan kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, berdasarkan rilis data PDB keseluruhan tahun 2025 pada Februari 2026 menunjukkan ekonomi Indonesia tercatat masih mengalami pertumbuhan yang menguat di level 5,11% (ctc). Bank Indonesia memperkirakan PDB Pada 2026 akan tumbuh di kisaran 4,9%-5,7% (ctc). Tingkat inflasi nasional juga masih sangat baik yaitu berada rentang target kisaran 2,5+1%.

Baca Juga :  Dinas Ketapang dan Baznas Kendari Jalin Sinergitas Siapkan Bantuan Pangan bagi 140 Warga Sambuli

Sementara itu, Ekonomi Syariah Indonesia terus berkembang dan menempati posisi penting dalam ekosistem global. Pada sektor ekonomi dan keuangan syariah, Indonesia berhasil mempertahankan posisi ke-3 (ketiga) dunia di keseluruhan peringkat berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2025 dengan keunggulan pada sektor mode fesyen muslim, obat-obatan, dan pariwisata ramah muslim.

“Kondisi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia diharapkan terus meningkat seiring dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah yang diharapkan mencapai 56,11% pada 2029, Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menjadi fokus prioritas yang tercantum dalam RPJMN 2025 – 2029, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025 – 2045, serta visi besar AstaCita menuju Indonesia Maju,” ungkapnya.

Kinerja ekonomi syariah nasional yang tercermin dari sektor unggulan halal value chain (HVC) pada 2025 tumbuh 6,21% (yoy), meningkat dibandingkan dengan 2024 sebesar 4,0% (yoy). Pertumbuhan sektor unggulan HVC ditopang meningkatnya kinerja sektor pertanian dan makanan-minuman halal, tingginya pertumbuhan pariwisata ramah muslim (PRM), dan tetap positifnya kinerja fesyen muslim (modest fashion).

Selain itu merujuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia tahun 2025 meningkat ke level 43,42%. Angka ini menunjukkan pemahaman yang cukup kuat, kendati masih terjadi gap lebar dengan inklusi keuangan syariah yang berada pada level 13,41%.

Baca Juga :  RUPS, Gubernur Apresiasi Capaian Bank Sultra: Bukukan Laba Bersih sebesar Rp419 Miliar

Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, Sultra Maimo Sharia Fest Tahun 2026 diselenggarakan sebagai kegiatan rutin tahunan yang diharapkan terus menjadi wadah untuk memperkuat semangat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada tanggal 24 – 26 April 2026 dan dilaksanakan di pada tiga lokasi, yaitu Lippo Plaza Kendari, Tugu Persatuan MTQ Sulawesi Tenggara, serta Pantai Wisata Bokori.

Pada penyelenggaraan tahun ini, berbagai inovasi juga terus dihadirkan guna memberikan nilai tambah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, antara lain melalui penguatan konsep, ragam kegiatan, serta perluasan jangkauan partisipasi masyarakat.

Pada akhirnya penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest Tahun 2026 adalah upaya untuk menjawab tantangan perekonomian terkini sekaligus mendukung perluasan ekonomi Syariah nasional, yakni melalui pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, perluasan implementasi ekonomi dan keuangan syariah, serta pemberdayaan UMKM.

“Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholders daerah dalam bersama sama mewujudkan momentum strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Tenggara sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!