Daerah

Martin Effendi Patulak Pantau Langsung Kesiapan Pembangunan Jembatan Darurat di Wiwirano Konut

1862
×

Martin Effendi Patulak Pantau Langsung Kesiapan Pembangunan Jembatan Darurat di Wiwirano Konut

Sebarkan artikel ini
Dinas Cipta Karya Sultra Lakukan Monitoring Pembangunan Jembatan Darurat di Konut.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra, Martin Effendi Patulak memonitoring langsung progres pembangunan jembatan darurat di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat (2/5).

Pembangunan ini merupakan langkah tanggap darurat untuk mengatasi kemacetan dan gangguan akses transportasi akibat jembatan lama yang terendam banjir.

Eselon II yang pernah menjabat Kadis Sosial, menyampaikan, hasil monitoring menunjukkan seluruh material untuk pembangunan telah tersedia dan siap digunakan di lokasi.

“Rangka jembatan terdiri dari tiga segmen, yakni dua segmen sepanjang 9 meter dan satu segmen sepanjang 18 meter. Semuanya sudah berada di lokasi pembangunan. Selain itu, bronjong dan 80 batang tiang panjang dari kayu besi dengan panjang 5 meter juga telah disiapkan,” terang Martin.

Baca Juga :  Pemkot Optimis Peroleh DAK Tematik Penguatan Destinasi Pariwisata Prioritas Wisata Bahari Todonggeu

Tiang-tiang panjang tersebut akan digunakan sebagai fondasi abutmen dari bronjong berisi batu gunung. Elevasi jembatan direncanakan mencapai 1,5 hingga 2 meter dari permukaan jalan saat ini untuk menghindari potensi genangan air.

“Dalam kondisi saat ini, jembatan lama terendam hingga 50 cm. Kami menargetkan pembangunan jembatan darurat ini selesai dalam waktu satu minggu agar arus lalu lintas dapat kembali lancar,” ujarnya.

Baca Juga :  SMP Islam Terpadu Al Qalam Kendari Ikut Ramaikan Karnaval Juang Semarak HUT RI ke 78

Martin juga menambahkan bahwa kondisi tanah di lokasi sangat labil karena berada di atas lapisan lumpur, yang menyebabkan badan jalan terus menurun. Sebagai solusi jangka panjang, diperlukan pembangunan jalan layang atau jembatan permanen.

“Untuk jembatan definitif dibutuhkan anggaran besar, lebih dari Rp100 miliar, karena harus dibangun jalan layang sepanjang sekitar 300 meter, mengingat kedalaman tanah lunak mencapai 25 meter,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Tematik UHO Edukasi Petani Desa Lombuea Pengunaan Pupuk Organik Vermikompos

Pembangunan jembatan darurat ini merupakan kerja samaantara Pemprov Sultra dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Rangka jembatan disediakan oleh BPJN, sementara mobilisasi, pemasangan, serta penyediaan material pendukung ditangani oleh Pemprov Sultra.

“Ini merupakan respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami berharap pembangunan ini bisa menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” pungkas Martin. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *