Daerah

Direktur Perumda Sultra: UMKM di MTQ Perlu Skema Pengelolaan Berkelanjutan dan proporsional

461
×

Direktur Perumda Sultra: UMKM di MTQ Perlu Skema Pengelolaan Berkelanjutan dan proporsional

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Utama Sultra

KORANHeadline.com, KENDARI – Kawasan MTQ di Kendari kini menjelma menjadi salah satu pusat keramaian baru yang menggerakkan ekonomi rakyat.

Deretan tenant kuliner, aktivitas UMKM yang semakin hidup, hingga membludaknya pengunjung dalam gelaran Harmoni Sultra menjadi bukti bahwa ruang publik ini telah tumbuh menjadi simpul ekonomi baru di ibu kota Sulawesi Tenggara.

Namun di balik geliat itu, muncul satu kenyataan yang tak bisa diabaikan: kawasan yang ramai harus diimbangi dengan pengelolaan yang tertib, terukur, dan berkelanjutan.

Direktur Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, menilai evaluasi selama tiga hari pelaksanaan Harmoni Sultra memberi gambaran nyata bahwa pengelolaan kawasan MTQ membutuhkan sistem yang kuat, bukan sekadar mengandalkan antusiasme pengunjung.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Pemkot Kendari Manfaatkan Lahan Tidur PKK dengan Tanam Jagung Pulut ​

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut membawa konsekuensi besar terhadap kebersihan, keamanan, penataan parkir, hingga ketertiban pelaku usaha yang beraktivitas di dalam kawasan.

“Ramainya pengunjung tentu berdampak baik bagi UMKM, pendapatan mereka meningkat. Tapi kita juga harus jujur melihat bahwa ada beban pengelolaan yang harus dipikirkan bersama, mulai dari sampah, keamanan, kebersihan, hingga penataan kawasan agar tetap nyaman,” ujar Rizal.

Selama pelaksanaan Harmoni Sultra, volume sampah yang dihasilkan disebut meningkat tajam. Di sisi lain, petugas kebersihan, keamanan, hingga pengelola parkir harus bekerja ekstra demi menjaga kawasan tetap tertib dan layak dikunjungi.

Baca Juga :  PT GKP Terima Kunjungan Kementerian ESDM

Perumda juga mencatat, pengelolaan kawasan MTQ tak hanya memberi ruang usaha bagi pelaku UMKM, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, mulai dari tenaga kebersihan, petugas parkir, hingga unsur keamanan yang dilibatkan dalam operasional kawasan.

Karena itu, Rizal menegaskan pentingnya membangun skema pengelolaan berkelanjutan yang adil dan proporsional. Salah satu yang mengemuka adalah skema iuran pengelolaan, namun dengan pendekatan yang tidak memberatkan pelaku UMKM.

Skema tersebut, kata dia, bukan dimaksudkan sebagai beban tambahan, melainkan bentuk partisipasi bersama untuk menjaga kawasan tetap hidup, tertib, dan nyaman.

“Yang dibangun bukan soal menarik pungutan, tapi bagaimana menciptakan kawasan usaha yang sehat. Kalau kawasan ini bersih, aman, parkir tertata, pengunjung nyaman, maka UMKM juga yang paling merasakan manfaatnya,” katanya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Sabet Dua Platinum Award di Asian Impact Award 2025

Ke depan, kawasan MTQ diproyeksikan tak hanya menjadi pusat kuliner dan ruang berkumpul keluarga, tetapi juga berkembang menjadi kawasan ekonomi kreatif yang memadukan aktivitas usaha, hiburan, dan seni budaya dalam satu ekosistem yang tertata.

Harmoni Sultra telah membuktikan satu hal ketika kawasan ramai, tata kelola bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dan bagi UMKM di kawasan MTQ, skema pengelolaan berkelanjutan menjadi kunci agar geliat ekonomi yang tumbuh hari ini tetap hidup untuk waktu yang panjang. (red)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *