Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
EkobisMetropolis

Sinergi Lintas Sektor, Kejati Sultra dan Pemkot Kendari Perkuat Akses Pangan Murah Lewat GPM

996
×

Sinergi Lintas Sektor, Kejati Sultra dan Pemkot Kendari Perkuat Akses Pangan Murah Lewat GPM

Sebarkan artikel ini
Sinergi Lintas Sektor, Kejati Sultra dan Pemkot Kendari Perkuat Akses Pangan Murah Lewat GPM

KORANHeadline.com, KENDARI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa. Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Eks MTQ Kendari, Jumat (11/9/2026).

Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sultra, Agung Sugiharto mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa sekaligus bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Agung kepada media.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM berlangsung selama dua hari, yakni 11 hingga 12 September 2026. Kegiatan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.

Menurut Agung, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemkot Kendari dengan Pimpinan Wilayah Perum Bulog, Bank Indonesia, serta sejumlah pelaku usaha.

Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. “Alhamdulillah, ini merupakan bukti bahwa kita hadir bersama masyarakat untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf menambahkan, GPM kali ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Kendari dengan Kejati Sultra yang diinisiasi dalam rangka memperingati HUT Kejaksaan.

“Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pelaksanaannya juga dilakukan menjelang agenda besar yang akan digelar pada Minggu,” bebernya.

Rauf menyebutkan, Wali Kota Kendari turut membuka kegiatan tersebut. Kolaborasi pemerintah daerah bersama lembaga vertikal ini menjadi salah satu upaya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Tak hanya membantu masyarakat, kegiatan pangan murah juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Menurut Rauf, interaksi perdagangan yang terjadi dalam kegiatan seperti GPM turut menjadi bagian dari pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

“Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari berada pada angka 7,78 persen dan disebut menempati posisi ketiga. Aktivitas perdagangan melalui berbagai kegiatan pangan murah menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan dalam pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” ungkapnya.

Sepanjang 2026, Pemkot Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan telah menggelar GPM sebanyak 110 kali. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 150 kali sampai akhir tahun.

Angka tersebut melanjutkan capaian 2025, ketika Pemkot Kendari mampu melaksanakan sekitar 120 kali kegiatan pangan murah. Tahun ini, pelaksanaan GPM semakin masif karena tidak hanya digelar pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan pihak swasta dan lembaga vertikal.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Sejumlah komoditas yang paling banyak diburu antara lain beras, minyak goreng dan gula. Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Kendari bersama Perum Bulog menyediakan beras dengan harga lebih murah, yakni dari harga normal sekitar Rp65.000 menjadi Rp50.000 per kemasan.

Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bawang merah sekitar Rp35.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta minyak goreng sekitar Rp10.000.

Rauf menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang dan cabai tidak hanya dipengaruhi ketersediaan stok, tetapi juga faktor distribusi.

Sebagian besar pasokan komoditas tersebut masih didatangkan dari luar daerah sehingga biaya distribusi turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Dengan dukungan subsidi dan kontribusi berbagai pihak, termasuk jajaran Kejaksaan Negeri, Gerakan Pangan Murah diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. (red/ID)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!