KORANHeadline.com, KENDARI – SMAN 2 Kendari di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Nur Aida kembali menghadirkan inovasi. Kali ini, sekolah tersebut resmi meluncurkan portal Satu Data bernama SIMANIS SMADA (Sistem Manajemen Informasi Terpadu SMA 2 Kendari).
Peluncuran sistem tersebut menjadi langkah SMAN 2 Kendari dalam mendorong pengelolaan sekolah berbasis teknologi dan data terintegrasi. Melalui satu aplikasi, berbagai informasi dan kebutuhan manajemen sekolah dapat dikelola dalam satu sistem yang saling terhubung.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida mengatakan, inovasi tersebut merupakan hasil pencarian selama kurang lebih tiga tahun untuk menemukan format pengelolaan sekolah yang dinilai tepat dan mampu menjawab kebutuhan manajemen pendidikan.

“Setelah tiga tahun di sini saya sudah lama mencari format apa yang tepat. Alhamdulillah saya bertemu dengan salah satu pakar di bidang ini, Pak Bahar, dan beliau mampu membuat sebuah aplikasi yang insyaallah kami gunakan,” ungkap Nur Aida kepada media, Kamis (10/9).
Menurutnya, SIMANIS SMADA dirancang untuk membantu sekolah mengelola berbagai kebutuhan melalui satu aplikasi. Sistem tersebut memiliki sejumlah tingkatan akses yang dapat digunakan oleh siswa, guru, wali kelas, guru BK, orang tua siswa hingga unsur manajemen sekolah.
“Saya kira ini salah satu sistem yang sangat bagus dan insyaallah bisa membantu kerja-kerja kepala sekolah dan seluruh manajemen yang ada di sekolah. Teknologi memang menjadi alat untuk bagaimana kita mempermudah pekerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Pengembang Sistem Informasi SIMANIS SMADA, Baharudin menjelaskan, sistem tersebut dibangun dengan tujuan utama menyatukan data sehingga tidak terjadi anomali atau perbedaan data antara satu bidang dengan bidang lainnya.
“Portal ini dibangun dengan satu tujuan utama, yaitu membantu manajemen satuan pendidikan memiliki data integrity dari satu dashboard ke dashboard yang lain,” jelas Baharudin.
Ia mencontohkan, data siswa yang terdapat dalam dashboard siswa akan menjadi sumber data yang sama bagi wali kelas, guru mata pelajaran, guru BK maupun orang tua. Dengan demikian, informasi seperti nilai, prestasi hingga pelanggaran siswa dapat terintegrasi dalam satu sistem.
Guru Bahasa Inggris tersebut menambahkan, siswa hanya memiliki akses untuk melihat data dan tidak dapat mengubah informasi tertentu, seperti nilai maupun catatan pelanggaran. Perubahan data hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan menangani informasi tersebut.
Sistem ini juga memberikan kemudahan dalam pencatatan prestasi siswa. Siswa dapat mengunggah bukti prestasi, seperti sertifikat atau dokumentasi kegiatan, lengkap dengan informasi waktu, tempat dan penyelenggara.
Selanjutnya, pihak sekolah dapat melakukan verifikasi dan memberikan persetujuan sebelum prestasi tersebut ditampilkan dalam sistem.
Selain prestasi, nilai akademik juga dapat dipantau secara langsung.
Setelah guru memasukkan nilai, siswa dapat melihat hasil belajarnya, sementara orang tua dapat mengakses perkembangan akademik anaknya. Hal ini dinilai dapat membantu orang tua melakukan pendampingan apabila anak mengalami kesulitan pada mata pelajaran tertentu.
Menurut Baharudin, keberadaan SIMANIS SMADA juga dapat mendukung pengambilan kebijakan sekolah berbasis data. Data yang terintegrasi dalam sistem dapat menjadi bahan yang siap diolah untuk membantu manajemen dalam menyusun perencanaan dan meningkatkan kemajuan satuan pendidikan.
Dengan hadirnya SIMANIS SMADA, SMAN 2 Kendari menunjukkan komitmennya menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih modern, terintegrasi dan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat pengelolaan sekolah melalui satu sumber data yang dapat diakses sesuai kewenangan masing-masing. (red/id)












