KORANHe waadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya keras menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah dinamika pasar yang tidak menentu.
Upaya ini dikukuhkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kota Kendari Tahun 2025, yang resmi dibuka oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran SKM, pada Rabu (3/12/2025) di Aula Samaturu Balai Kota.
Rakor yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) ini menjadi ajang konsolidasi strategis dengan melibatkan berbagai pihak penting. Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kajari Kendari, Kepala BPS, perwakilan Polres, Kodim Kendari, Kadis Ketapang Abdul Rauf, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Kendari.
Tidak kalah penting, Rakor ini juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Tuty Ana Samosir, yang turut bertindak sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Wali Kota Siska Karina Imran menyoroti kondisi pasar yang tidak stabil dan berdampak signifikan terhadap tingkat inflasi di daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan strategis.
”Pertemuan kita hari ini sangat penting untuk memastikan stabilisasi pasokan dan juga harga pangan di Kota Kendari tetap berada dalam kondisi stabil dan terkendali,” ujar Siska.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), distributor, pengusaha kecil menengah, dan kios pangan.
Lima Strategi Utama Pemkot Kendari
Dalam rangka stabilisasi, Pemkot Kendari telah menjalankan berbagai upaya sepanjang tahun 2025. Setidaknya ada lima strategi utama yang disampaikan oleh Wali Kota Siska.
Pertama, meningkatkan kemitraan dengan distributor dan pengusaha UMKM untuk menjamin kelancaran distribusi pangan strategis.
Kedua, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang didukung oleh APBD dan Bank Indonesia, yang hingga saat ini telah terlaksana sebanyak 108 kali,”
Ketiga, membangun Kerja sama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan. Kerja sama ini difasilitasi oleh Bank Indonesia untuk mengantisipasi potensi gejolak harga musiman, khususnya untuk komoditas beras dan cabai.
Keempat, mengoptimalkan peran rantai distribusi, mulai dari distributor retail modern, pengecer pasar, hingga 151 kios pangan yang tersebar di 65 kelurahan.
Terakhir, mengoptimalkan pemanfaatan teras B2SA (Beragam, Berisi, Seimbang, dan Aman) dengan memberikan bantuan 500 pohon cabai dan terong kepada 10 kelompok masyarakat kurang mampu di TPA Puuwatu.
Wali Kota Siska juga menambahkan bahwa Pemkot gencar melakukan edukasi tentang stop boros pangan bagi penyedia pangan seperti rumah sakit, hotel, restoran, serta masyarakat di kelurahan rentan pangan.
“Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Kendari dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi melalui pasokan dan harga pangan yang stabil,” pungkas Siska. (red/ID)












