Daerah

Hujan Deras Picu Banjir di Kantor Kominfo Sultra, Saluran Air Tersumbat Potongan Kayu

334
×

Hujan Deras Picu Banjir di Kantor Kominfo Sultra, Saluran Air Tersumbat Potongan Kayu

Sebarkan artikel ini
Kadis Kominfo Sultra.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Kendari . Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahril, mengungkapkan bahwa air tiba-tiba masuk ke dalam area kantor akibat saluran air yang tersumbat.

Andi Syahril menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang mengikuti rapat bersama sejumlah pegawai di kantor. Selama ini, menurutnya, hujan deras tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungan kantor tersebut.

“Waktu itu kami sedang rapat di kantor. Biasanya kalau hujan deras tidak ada masalah. Tapi setelah rapat selesai dan kami turun, tiba-tiba air sudah masuk ke dalam kantor,” ujar Andi Syahril saat ditemuai di tempat kejadian, Jumat (10/4/2026).

Ia menuturkan, air terus naik sehingga pihaknya langsung mengamankan kendaraan yang berada di halaman kantor. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui penyebab banjir berasal dari sumbatan pada selokan di samping gerai ATM Mandiri.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung ASR Center Resmi Dimulai, Dilengkapi Fasilitas Olahraga dan Hiburan

Sumbatan tersebut diduga berasal dari potongan-potongan kayu hasil pemangkasan pohon yang sebelumnya tidak segera diangkut sehingga menutup aliran air.

“Aliran air yang seharusnya lurus akhirnya berbelok ke arah kantor Kominfo. Kebetulan di area pagar kantor ada bagian yang tumbang, sehingga air masuk melalui situ,” jelasnya.
Ketinggian air di area kantor dilaporkan mencapai sekitar setinggi paha orang dewasa dan hingga saat ini masih terus bertambah mengikuti permukaan air di luar.

Baca Juga :  Sempat Ditunda, Musda Golkar Sultra XI Siap Digelar 2 November: Momentum Perkuat Soliditas

Beberapa kendaraan dinas juga sempat terdampak genangan. Salah satu mobil operasional dilaporkan terendam karena sedang tidak digunakan akibat perbaikan sistem.

Selain itu, pihak Kominfo juga mengkhawatirkan kondisi sejumlah perangkat penting, termasuk server dan perangkat pendukung seperti UPS, yang berpotensi ikut terendam jika air terus naik.

Meski demikian, Andi Syahril berharap ketinggian air tidak sampai mencapai ruang penempatan server sehingga sistem tetap bisa beroperasi.

Baca Juga :  Kado Setahun Siska-Sudirman, Kendari Duduki Posisi Pertama Daerah Teknologi Termaju di Sulawesi

Ia menegaskan, kejadian ini menjadi pelajaran penting agar proses pemangkasan pohon atau kegiatan lain di sekitar saluran air diikuti dengan pembersihan menyeluruh agar tidak menimbulkan sumbatan.

“Mitigasi ke depan, setiap ada pembenahan seperti pemotongan kayu, saluran air harus tetap disterilkan. Kita tidak tahu kondisi cuaca, yang awalnya panas bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras,” katanya.

Menurutnya, hujan deras yang memicu banjir tersebut terjadi kurang dari satu jam, namun intensitasnya cukup tinggi sehingga membuat air cepat meluap ketika saluran tersumbat. (red)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *