KORANHeadline.com, KENDARI – Dalam rangka memperingati HUT Kota Kendari ke 194, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Disnaker UMKM dan Dinas Perdagangan bakal menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Balai Kota Kendari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Drs Abdul Rauf mengungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka mengendalikan inflasi khususnya inflasi pangan.
“GPM ini spesial memperingati HUT Kota Kendari ke 194. Dengan program ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat luas dalam pemenuhan pangan sebagai kebutuhan dasarnya,” ungkap Rauf sapaan akrbnya, Selasa (15/4).

Eselon II yang belum lama ini menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXXV Tahun 2024 menyebut program ini dilakukan berkolaborasi antara pemerintah, produsen pangan dan berbagai pihak terkait.
Distributor Pangan yang terlibat dalam kegiatan GPM Dinas Ketahanan Pangan seperti Bulog Sultra, PT. Wira Eka, Pasar Tani Distan, Distributor Kapal Api Group. Termasuk Distributor Tunas Bakti, Distributor Putra Mas Mandiri, Distributor Vins Frozen Food, UD. Putra Gangga, UD. Akbar Bawang, UD. Akbar Telur, Family Garden dan Oke Buah.
“Waktu pelaksanaan kegiatan GPM ini menyesuaikan dengan Dinas Tenaga Kerja, UMKM dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan momentum baik ini,” pungkas mantan Kadis Sosial Kota Kendari tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Kendari, dr Siska Karina Imran menuturkan bahwa Gerakan Pangan Murah adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Kita memang tekan harga tidak boleh sama dengan di pasar dan toko-toko, kita harus lebih murah, misalnya harga beras disini itu kita turunkan harganya selisih Rp10.000 dari harga yang ada di pasar, telur dan minyak selisih Rp5.000,” ujarnya.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Lulo menambahkan bahwa, GPM merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menyiapkan pangan yang murah dan berkualitas untuk masyarakat.
“Saya dan pak wakil tidak mau dengar ada kenaikan harga kebutuhan pokok, karena kemarin kami dengar harga beras itu naik. Makanya kami instruksikan kepada instansi terkait, untuk melakukan kegiatan ini,” pungkasnya. (red/id)















