KORANHeadline.com, KENDARI – Agenda internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting 2026 resmi dibuka di Kota Kendari, Jumat (8/5). Kegiatan bergengsi ini dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik serta perwakilan daerah di Indonesia.
Forum internasional tersebut menjadi wadah kolaborasi antar pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman pembangunan, memperkuat jejaring internasional, serta mendorong lahirnya inovasi kebijakan publik yang adaptif dan berkelanjutan.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran para delegasi bukan sekadar menghadiri agenda formal, melainkan bentuk kepercayaan kepada Kota Kendari sebagai tuan rumah.
“Hari ini, kami tidak hanya menyambut anda dalam sebuah forum internasional. Hari ini, kami membuka pintu kota kami, dan lebih dari itu, kami membuka hati kami,” ujar Siska.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Kendari memandang setiap tamu sebagai sebuah kehormatan. Menurutnya, kehadiran para delegasi memiliki makna penting dalam membangun hubungan kerja sama yang lebih kuat di masa depan.
“Bagi kami, kehadiran bapak dan ibu sekalian bukan sekadar agenda diplomasi atau pertemuan formal. Kehadiran anda adalah bentuk kepercayaan, dan kepercayaan adalah hal yang paling berharga dalam membangun kerja sama,” katanya.
Siska juga menekankan bahwa forum UCLG ASPAC 2026 mengusung semangat besar untuk mendorong pariwisata berkelanjutan sebagai fondasi masa depan yang tangguh dan inklusif.
Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan antardaerah dan negara melalui pertukaran gagasan serta pengalaman pembangunan.
“Forum 2026 UCLG Executive Bureau Meeting & Asia Pacific ini menjadi ruang yang sangat penting. Bukan hanya untuk bertukar gagasan, tetapi untuk membangun kepercayaan. Karena pada akhirnya, kerja sama yang kuat selalu dimulai dari rasa saling percaya,” ungkapnya.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Kendari, lanjut Siska, hadir dengan semangat belajar dan komitmen menjadi bagian dari solusi bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan global.
“Kami datang dengan kerendahan hati. Kami datang untuk belajar. Dan kami datang dengan komitmen untuk menjadi bagian dari solusi bersama,” tambahnya.
Ia berharap seluruh delegasi tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan forum, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat dan suasana Kota Kendari selama berada di Sulawesi Tenggara.
“Kami berharap, selama berada di Kendari, bapak dan ibu tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga merasakan sesuatu yang lebih. Merasakan bagaimana kota ini menyambut anda, merasakan bagaimana masyarakat kami membuka diri, dan merasakan bagaimana hubungan yang terbangun di sini dapat berlanjut jauh setelah forum ini selesai,” tutupnya. (red)












