KORANHeadline.com, KENDARI – Empat bakal calon (Balon) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) resmi mendaftarkan diri ke Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) untuk masa jabatan 2025–2029. Mereka adalah, Prof Dr Ruslin MSi mendaftar pada Kamis (17/4), selanjutnya Prof Dr Yusuf Sabilu MSi Prof Dr Ir Takdir Saili MSi dan Prof Dr. Edy Karno SPd MPd pada Senin (21/4).
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UHO, Prof Dr Ir Weka Widayati MS menyatakan bahwa seluruh berkas administrasi empat pendaftar telah dinyatakan lengkap. Setelah proses pendaftaran selesai akan dilanjutkan dengan tahap seleksi substansi.
“Sudah ada empat yang mendaftar, dan semuanya telah menyerahkan berkas lengkap. Kalau masih ada tambahan peserta sampai 28 April, kami akan terima. Tapi seleksi substansi akan dimulai tanggal 29 April. Tidak ada perpanjangan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Balon Rektor, Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si menyampaikan niat mencalonkan diri sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa serta komitmen terhadap kemajuan institusi. “Saya ingin membaktikan diri, karena semua ini kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan pengalaman sebagai Dekan dua periode dan sekarang Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat, saya siap melanjutkan capaian yang luar biasa dari Prof. Zamrun dan menambah inovasi baru bagi UHO,” ujarnya.
Balon Rektor Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si menjelaskan bahwa dengan rekam jejak akademik yang panjang mulai dari Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, Dekan, Ketua Senat, hingga kini menjabat Ketua Pascasarjana, ia merasa memiliki modal kuat untuk membawa UHO ke arah yang lebih baik. “Saya ingin menyumbangkan pengetahuan dan pengalaman untuk kemajuan institusi ini. Yang paling penting sekarang adalah kestabilan. Etika dan perilaku harus menjadi pondasi utama pendidikan tinggi,” jelasnya.
Sementara Pendaftaran Balon Rektor, Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd, M.Pd menyebut, bahwa langkahnya maju sebagai calon Rektor dilandasi oleh rasa tanggung jawab moral dan akademik terhadap almamater tercinta, UHO. “Universitas ini telah membentuk saya, sejak masa mahasiswa saya aktif di organisasi kemahasiswaan. Sekarang saatnya saya memperluas pengabdian untuk membawa UHO ke arah yang lebih maju,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa, pentingnya mempersiapkan UHO untuk menjawab tantangan global dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Ia mengangkat visi yang ia sebut sebagai Astacita UHO.
“UHO harus menjadi institusi yang melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” ungkapnya. (red/id)















