KORANHeadline.com, KENDARI – Direktur RS Jiwa Sultra, dr. Putu Agustin Kusumawati angkat bicara terkait pembangunan gedung Poliklinik dan gedung Manajemen RS Jiwa Sultra.
dr Putu Agustin menyebut pembangunan
gedung Poliklinik dan gedung Manajemen RS Jiwa Sultra sudah sesuai anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023.
“Jadi untuk pembangunan Rumah Sakit Jiwa gedung poliklinik dan menajemen bersumber dari tahun 2023 kurang lebih Rp30 miliar, mencakup lantai satu, dua, tiga dan empat, seluruh dinding dan lantai. Tapi yang bisa berfungsi saat ini hanya lantai satu dan dua,” terangnya, Jumat (20/12/2024).

dr Putu Agustin menyebut, belum berfungsinya lantai tiga dan empat terkendala anggaran pembangunan sehingga pihaknya bakal kembali mengusul ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penuntasannya.
“Tadinya kita mengusul DAK 2024 (tahun ini) untuk penuntasannya tapi alkesnya dulu yang disetujui. Karena belum disetujui kita mengusul lagi untuk DAK 2025 tapi belum bisa pengajuan karena aplikasi SPA (Sarana dan Prasarana serta Alat Kesehatan) rumah sakit sudah melibihi 70 persen jadi belum bisa mengajukan itu,” bebernya.
Terkait hal ini, mantan Kadis Kesehatan Sultra menuturkan bahwa pihaknya siap mengajukan lagi di DAK 2026 untuk penuntasan lantai tiga dan empat yang merupakan gedung pertemuan dan manajemen. Bahkan, pihaknya juga bakal mengusul di APBD Sultra.
“Mudah-mudahan lantai tiga dan empat ada kelanjutannya, apakah dari pusat atau dari pemprov. Jadi menang kecukupan uang hanya untuk pembangunan lantai satu, dua, seluruh dinding dan atap,” terangnya.
“Jadi memang yang disetujuu hanya sebesar Rp30 miliar, mengingat anggaran DAK tidak bisa menyebrang di tahun berikutnya, sedangkan pekerjaan gedung jika dilaksanakan seluruhnya kemungkinan akan sampai menyebrang di tahun 2024,” pungkas dr Putu Agustin. (red/id)















