Daerah

Dekan FKM Unhas Hadiri Pertemuan Wali Kota Asia Pasifik tentang Penguatan Pengaturan Tatanan Sehat AFCC di Malaysia

2113
×

Dekan FKM Unhas Hadiri Pertemuan Wali Kota Asia Pasifik tentang Penguatan Pengaturan Tatanan Sehat AFCC di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD.

KORANHeadline.com, KENDARI – Suatu kehormatan bagi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD mendapatkan undangan dari WHO Representative Malaysia, Brunei dan Singapore Rumpun Negara di Western Pacific Region Organization (WPRO) untuk menghadiri pertemuan walikota tentang penguatan tatanan kota sehat di bawah aliansi forum kota sehat (AFCC) di region.

Kegiatan yang berlangsung full selama dua hari 25-26 November 2025 di Royale Chulan Penang, George Town Penang Malaysia memberikan pemaparan yang sangat komprehensif mulai dari kebijakan pemerintah dan tantangan masalah kesehatan di Malaysia sampai pada pengalaman negara-negara mengembangkan kota sehat.

Sangat menarik pada plenary talk 1 Dr. Rabindra WHO representative untuk Malaysia, Brunei dan Singapore menjelaskan tentang populasi yang lebih sehat dari pendekatan sistem sakit “sick system” ke sistem kesehatan “health system”.

Foto bersama disela kegiatan.

Ia menekankan bahwa pendekatan kesehatan banyak dilakukan pendekatan sakit, melayani orang sakit dan cenderung reaktif sehingga gagal meningkatkan derajat kesehatan, padahal ada sistem kesehatan yang lebih komprehensif untuk untuk melihat masalah kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Monev bersama Pemda, Kemendagri Tegaskan Akselerasi Universal Coverage Jamsostek

Determinant kesehatan untuk mengkaji masalah kesehatan memberikan ruang untuk melihat masalah kesehatan dan menyelesaikan akar masalahnya. Kemudian dilanjutkan plenary talk 2 tentang Menenun Kesehatan dalam Kehidupan Sehari-hari, Panduan Berbasis Pengaturan untuk Populasi yang Lebih Sehat. Materi ini disajikan oleh Dr. Devender Singh, Koordinator Pelaksana, Unit Masyarakat Pemberdayaan Kesehatan, WPRO. Pada talk 2 ini relevan dengan talk 1 sehingga materinya saling melengkapi.

Acara tersebut semakin menarik dengan menampilkan para pembicara untuk mendengarkan praktik-praktik baik, pelajaran yang dapat diambil dan konsideran kunci untuk memastikan kota sehat bergerak maju. Sebagai pemantik dari Penang Malaysia; Sarawak Malaysia, Philipina dan Indonesia. Kota dan negara ini mempunyai pengalaman, capaian dan tantangan yang berbeda.

Misalnya Malaysia berhasil mengendalikan tentang Kawasan Tanpa Rokok, program ramah lansia, layanan dan jaminan kesehatan yang berkualitas, Philipina dengan pasar sehat sementara Indonesia misalnya dengan penghargaan swasti shaba yang diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil mengembangkan kabupaten/kota sehat.

Baca Juga :  Cegah Stunting, FKM Unhas Beri Penyuluhan Gizi Seimbang dan Tablet Tambah Darah Bagi Remaja di Jeneponto

Namun tantangannya sangat beragam dan relatif terdapat kemiripan antara satu negara dengan negara lain. Tantangan yang banyak muncul misalnya kerjasama lintas sektor, memperkuat dukungan terutama sektor-sektor di luar dari sektor kesehatan, pendananaan, partsipasi masyarakat.



Selain daripada itu, juga pada sesi round table ke 2 mendiskusikan pengalaman dari beberapa negara misalnya bagaimana WHO berfokus pada pentingnya pengendalian masalah lansia yang cukup kompleks, bagaimana berjejaring dengan aliansi kota sehat dan juga jejaring asia pasifik kawasan kota tanpa rokok.

Keanggotaan aliansi kota sehat ada yang bersifat full yaitu kota dan tidak full dalam hal ini yang bukan kota, misalnya universitas, NGO, pusat studi bahkan individu yang memiliki konsen dengan kota sehat. Keanggotaan aliansi kota sehat dan jejaring kawasan tanpa rokok memiliki persyaratan dan diatur secara tersendiri.

Pada hari kedua, selain mereview materi pertama juga banyak berdiskusi dan menakankan kembali mengenai mempromosikan kota dan komunitas ramah lansia, dan pencegahan penyakit tidak menular dan cedera/kecelakaan melalui penerapan kota sehat.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bersama Pj. Gubernur Gorontalo Tinjau Ketersediaan LPG 3 Kg

Prof. Sukri Palutturi, PhD alumni Griffith University Australia dan juga sebagai Guru Besar FKM Unhas yang memiliki kepakaran dibidang healthy cities ini juga banyak memberikan pandangan bahwa pihaknya melakukan kajian dan review berbagai literatur dan pengalaman praktik di hampir semua region WHO.

Ia melihat bahwa masalah yang dihadapi adalah berkaitan dengan pemahaman mengenai kota sehat itu sendiri yang belum dipahami secara komprehensif karena itu pengembangan kapasitas menjadi sangat penting dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kedua adalah berkaitan dengan kelembagaan dan pendanaan. Kelembagaan kota sehat beragam demikian pula sumber-sember pendanaan yang relatif terbatas. Tetapi hal yang paling krusial dalam penyelenggaraan kota sehat adalah pergantian pimpinan daerah bupati dan walikota yang juga diikuti dengan pergantian para pimpinan OPD. Dampaknya harus mulai dari nol lagi untuk menjelaskan seperti apa kota sehat tersebut baik dalam konteks nasional maupun internasional, apa urgensinya dan sebagainya,” ungkap Prof Sukri. (red/ID)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701