Pendidikan

Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati Paparkan Kemajuan Kebun Raya UHO di Forum BRIN

413
×

Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati Paparkan Kemajuan Kebun Raya UHO di Forum BRIN

Sebarkan artikel ini
Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si saat pemaparan.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si mempresentasikan perkembangan Kebun Raya UHO dalam Forum Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia yang digelar di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (15/4).

Dalam pemaparannya, Prof Faisal menjelaskan bahwa Kebun Raya UHO berfokus pada konservasi ex situ tumbuhan endemik Sulawesi dengan luas total mencapai 22,8 hektare. Kawasan tersebut terbagi dalam tiga zona utama, yakni hutan sekunder seluas 18 hektare, rawa 3 hektare, serta arboretum seluas 1 hektare yang didominasi oleh ekosistem hutan.

Ia juga mengungkapkan, Kebun Raya UHO secara resmi ditetapkan pada tahun 2015 dan telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan per 15 April 2026 telah dilakukan perpanjangan kerjasama.

“Secara organisasi dan tata kerja, kami bertanggung jawab langsung kepada rektor. Masterplan pengembangan juga sudah tersedia dengan pembagian zona yang lengkap,” jelasnya.

Baca Juga :  RA Budi Rahmah Kendari Gratiskan Biaya Pendaftaran dan Perlengkapan Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Baru

Prof Faisal menambahkan, koleksi tumbuhan endemik yang ada saat ini berasal dari hasil eksplorasi maupun kerja sama dengan lembaga riset lain. Pada tahun ini, pihaknya juga merencanakan ekspedisi eksplorasi ke wilayah Pulau Wakatobi untuk menambah koleksi.

Namun demikian, ia tidak menampik adanya sejumlah tantangan dalam pengembangan kebun raya tersebut, terutama karena kawasan masih didominasi hutan alami sehingga pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala utama.

“Meski begitu, dalam satu tahun terakhir sudah ada kemajuan pembangunan seperti akses jalan dan gerbang. Ke depan, ada rencana penyediaan kantor pengelola sementara di gedung rektorat baru,” beber Guru Besar FHIL UHO.

Baca Juga :  Membanggakan, Siswa SMAN 1 Kendari Fasya Indira Kirsya Aurellia Terpilih Jadi Duta SMA Nasional Perwakilan Sultra

Dari sisi riset, Kebun Raya UHO juga telah mendukung penelitian, salah satunya di bidang farmasi terkait famili Zingiberaceae yang banyak ditemukan di Sulawesi. Selain itu, inovasi juga dilakukan dalam sistem inventarisasi koleksi, yang ditargetkan rampung tahun ini.



Untuk mendukung pengembangan ke depan, sejumlah strategi telah disiapkan, di antaranya pembangunan infrastruktur berbasis Detail Engineering Design (DED), peningkatan kerja sama dengan pihak eksternal termasuk sektor industri, pembentukan kelompok kerja (pokja), serta keikutsertaan dalam jejaring internasional seperti Botanic Gardens Conservation International (BGCI).

Menanggapi pemaparan tersebut, Dr. Hendrian (Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN) memberikan apresiasi atas perkembangan Kebun Raya UHO, terutama dalam hal publikasi dan aktivitas yang semakin aktif, termasuk melalui media sosial.

Ia juga menilai Kebun Raya UHO memiliki potensi besar untuk menjadi pusat konservasi unggulan di kawasan Indonesia timur, mengingat tingkat endemisitas flora Sulawesi yang tinggi.
“Dengan progres yang ada, UHO berpeluang menjadi leading dalam konservasi tanaman endemik Sulawesi. Namun pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara bijak agar tidak merusak hutan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa STIE Enam Enam Kendari Sabet Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Keuangan Syariah OJK Sultra 2026

Hal senada disampaikan oleh pendamping Kebun Raya UHO, Zahra Nindira, yang mengapresiasi konsistensi UHO dalam melakukan eksplorasi tahunan serta kegiatan ilmiah seperti webinar, seminar, dan workshop. “Kedepannya perlu penataan lebih lanjut, termasuk penyusunan DED dan dokumentasi koleksi agar pengelolaan semakin optimal,” tuturnya.

Dengan berbagai capaian dan rencana pengembangan tersebut, Kebun Raya UHO diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, penelitian, dan edukasi yang berkontribusi besar terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Sulawesi. (red/id)

 

 

 

 










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701