Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
MetropolisPendidikan

Siswa DIFIS Kendari Belajar Teknologi Digital dan Etika Bermedia Sosial di Command Center Kominfo

1284
×

Siswa DIFIS Kendari Belajar Teknologi Digital dan Etika Bermedia Sosial di Command Center Kominfo

Sebarkan artikel ini
Siswa DIFIS Kendari Belajar Teknologi Digital dan Etika Bermedia Sosial di Command Center Kominfo

KORANHeadline.com, KENDARI – Memperluas wawasan di era digital, siswa Dirgantara Flight School (DIFIS) Kendari mengunjungi Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan edukatif ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal langsung pemanfaatan teknologi informasi, sistem komunikasi digital, serta pentingnya bijak bermedia sosial.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai fungsi Command Center, mulai dari sistem pemantauan aktivitas kota melalui kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), layanan panggilan darurat 112, hingga mekanisme penerimaan dan pengelolaan laporan masyarakat oleh petugas call center.

Foto bersama disela kegiatan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan, Command Center terbuka bagi berbagai kalangan yang ingin mempelajari pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan publik dan pengelolaan informasi pemerintah daerah.

“Untuk semua pihak dan kalangan yang ingin datang belajar tentang bagaimana pengelolaan Command Center, silakan. Mereka bisa melihat langsung bagaimana pemantauan aktivitas warga kota, karena CCTV kita memang sudah ada di mana-mana,” ujar Sahuriyanto.

Menurutnya, kunjungan seperti ini memiliki nilai edukatif, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Selain mengenal sistem kerja Command Center, para siswa diharapkan memahami pentingnya kecakapan digital, etika berkomunikasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

“Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada siswa DIFIS yang datang belajar. Mereka bisa mengetahui bagaimana menjadi call taker, bagaimana pengelolaan Command Center, serta belajar bijak dalam bermedia sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang DIFIS Kendari, Boyke Dewanto Raintung, mengatakan kunjungan tersebut menjadi pengalaman istimewa untuk memperkaya pengetahuan siswa di luar pembelajaran kelas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari beserta jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar DIFIS Kendari untuk melihat langsung operasional Command Center.

“Ini salah satu undangan yang spesial bagi kami di DIFIS Kendari. Terima kasih kepada Kepala Dinas Kominfo yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berkunjung ke Command Center,” ucap pria yang akrab disapa Boy tersebut.

Boy menjelaskan, mayoritas siswa DIFIS berada pada rentang usia 17–18 tahun dan termasuk generasi Z yang dekat dengan penggunaan media sosial. Karena itu, penguatan literasi digital, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap etika di ruang digital menjadi bekal penting bagi mereka, terutama dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang menuntut profesionalisme dan pelayanan prima.

Ia menambahkan, DIFIS Kendari memiliki dua bidang pendidikan utama, yakni cabin crew untuk calon pramugari dan pramugara serta Manajemen Transportasi Udara (MTU) yang mempersiapkan peserta didik bekerja di sektor pelayanan darat bandara. Bidang MTU mencakup sejumlah profesi, seperti customer service, ramp handling, dan passenger service.

Program pendidikan berlangsung selama sembilan bulan, kemudian dilanjutkan dengan tiga bulan praktik kerja atau on-the-job training (OJT) di bandara. Peserta didik dapat menjalani praktik di sejumlah kota sesuai pilihan dan ketersediaan tempat, antara lain Kendari, Makassar, Denpasar, Jakarta, dan Surabaya.

“Seharusnya setelah menyelesaikan pendidikan, mereka sudah memiliki bekal yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dituju, karena materi yang diberikan memang disiapkan untuk kebutuhan industri,” ungkap Boy.

Menurutnya, alumni DIFIS telah berkarier di sejumlah perusahaan penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, dan Lion Air. Untuk memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah, DIFIS Kendari membuka pendaftaran peserta didik gelombang kedua yang direncanakan dimulai pada Desember 2026, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang setiap gelombang agar proses pembelajaran lebih optimal.

DIFIS Kendari juga menyediakan skema pembayaran biaya pendidikan secara bertahap untuk membantu calon peserta didik. Kampus tersebut berlokasi di Lepo-Lepo Square, Jalan Panjaitan Nomor 11, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Melalui kunjungan edukatif ke Command Center Kominfo Kota Kendari, DIFIS Kendari berharap para siswa semakin memahami pentingnya keterampilan digital, komunikasi, dan etika bermedia sosial. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan mereka untuk bersaing dan meraih peluang karier di industri penerbangan nasional. (red/ID)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!