Daerah

Sinergi BI Sultra dan TPID: Helat Gerakan Pangan Murah di 8 Wilayah Jelang Ramadan 2026

2885
×

Sinergi BI Sultra dan TPID: Helat Gerakan Pangan Murah di 8 Wilayah Jelang Ramadan 2026

Sebarkan artikel ini
Edwin saat rapat bersama TPID

KORANHeadline.com, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Diawal tahun tepatnya, pada Februari ini BI Sultra memberikan support fasilitasi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan yang bekerjasama dengan 8 TPID melalui sinergi dengan Distapang Provinsi Sulawesi Tenggara, Kab. Buton Selata, Kab. Buton Utara, Kota Kendari, Kab. Wakatobi, Kab. Muna, Kab. Buton, dan Kab. Kolaka.

“Selain itu, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong akselerasi dan pemanfaatan Kios Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari,” ungkap Edwin Permadi disela Bincang Bareng Media, Selasa (10/2).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Gubernur Sultra, Mayjen TNI Purn. Andi Sumangerukka, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (9 Februari 2026).

Baca Juga :  Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko Beri Reward ke Personel Berprestasi

HLM yang digelar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sultra ini dimaksudkan untuk menyikapi kenaikan angka inflasi Sultra pada Januari 2026 serta membahas langkah antisipasi menjelang Ramadhan 2026.

“HLM TPID Provinsi Sultra diharapkan menjadi forum penting bagi seluruh pihak terkait dalam merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta Bank Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga :  Ketua MUI Sultra K.H. Mursyidin Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan dan Ketertiban Pasca Pilkada

Terpisah, ​Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa GPM yang didukung BI bertujuan agar masyarakat dapat menyambut hari besar keagamaan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya berfluktuasi.

​”Bagaimana masyarakat kita bisa gembira, tersenyum ya, menghadapi hari besar keagamaan. Kebutuhan pasti meningkat, untuk itu kami hadir menjaga agar harga-harga tetap stabil,” ujar Abdul Rauf, Senin (26/1).

​Sebelumnya, Dinas Ketapang telah melakukan langkah jemput bola dengan melaksanakan GPM Mandiri di 10 kelurahan. Untuk memperluas jangkauan, kolaborasi dengan Bank Indonesia resmi dibuka di Halaman Kantor Wali Kota pada tanggal 9 hingga 13 Februari 2026.

Baca Juga :  Jasa Raharja dan Polri Pererat Kemitraan Tingkatkan Kepatuhan, Keselamatan Masyarakat Bidang Transportasi dan Pelayanan Santunan

​Tak berhenti di situ, Abdul Rauf memastikan bahwa pengawasan harga akan terus berlanjut hingga memasuki bulan puasa. Pihaknya siap melakukan penetrasi pasar langsung ke tingkat kecamatan dan kelurahan berdasarkan permintaan wilayah masing-masing.

​”Setelah pembukaan, kami akan turun ke kecamatan dan kelurahan. Kami akan berkoordinasi dengan Pak Camat dan Pak Lurah untuk titik-titik pelaksanaannya sebagai langkah antisipasi kenaikan harga selama puasa,” pungkasnya.

​Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan stok komoditas pangan tetap aman dan inflasi daerah tetap terkendali hingga Idul Fitri mendatang. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *