KORANHeadline.com, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, menyebut realisasi investasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sultra berjalan lamban. Meskipun nilai rencana investasi mencapai Rp 45,49 triliun, perkembangan proyek-proyek ini dinilai belum memadai.
“PSN ini sangat berperan dalam pencapaian target investasi Sulawesi Tenggara. Namun, hingga kini, realisasinya masih jauh dari harapan,” ungkap Asrun Lio saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Investasi Daerah di Claro Hotel Kendari, Selasa (3/12).

Dirinya juga meminta Kementerian Investasi untuk lebih mencermati pelaksanaan PSN agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak yang merugikan daerah dan masyarakat. Salah satu contohnya adalah PT Ceria di Kolaka, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 2018, namun hingga kini progres pembangunannya masih minim.
“Ini menunjukkan adanya kendala yang perlu segera diatasi di sektor investasi. Ini bukan tanggung jawab satu instansi saja, melainkan kerja sama seluruh super team,” ungkap Jenderal ASN Sulawesi Tenggara tersebut.

Asrun Lio menjelaskan bahwa proses perizinan investasi melibatkan banyak pihak. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerima permohonan izin dan memerlukan rekomendasi teknis dari perangkat daerah terkait. Izin baru dapat diterbitkan jika rekomendasi teknis disetujui.
Dirinya berharap Kementerian Investasi atau BKPM dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini dan mendorong percepatan realisasi investasi PSN di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, percepatan tersebut penting untuk memastikan PSN benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
“Saat ini, yang kita perlukan adalah langkah nyata untuk merealisasikan investasi ini demi masa depan ekonomi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Ditempat sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Parinringi, S.E., M.Si memastikan terus berupaya berkordinasi dengan komisi yang membidangi percepatan realisasi investasi sehingga strategi di dalam melakukan percepatan investasi ini dapat segera terealisasi di tahun 2024. (ADV)















