Pendidikan

Program MBG Presiden Jangkau 57.363 Peserta Didik di Kota Kendari

3326
×

Program MBG Presiden Jangkau 57.363 Peserta Didik di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Hj. Saemina, S.Pd., M.Pd

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari mencatat 57.363 peserta didik di kota Kendari telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj. Saemina, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi pemberian makanan bergizi tersebut telah menjangkau hampir seluruh sasaran di Kota Kendari.

“Dari total 63.806 siswa, sebanyak 57.363 siswa sudah terlayani. Jika dipresentasikan, realisasinya sudah mencapai 89,99%,” terang Hj. Saemina, Kamis (15/1).

Ia menyebut, masih terdapat sekitar 6.443 siswa atau 34 sekolah tingkat TK dan SD yang saat ini belum terjangkau program Presiden tersebut.

Baca Juga :  Eksplorasi Dampak E-Sports pada Kesehatan, General Lecture FKM Unhas Hadirkan Pakar dari Jepang

Hal ini disebabkan oleh kendala teknis pada beberapa unit dapur penyedia makanan (satuan pelayanan), seperti yang terjadi di wilayah Baruga yang sempat ditutup sementara. Namun, ia memastikan seluruh siswa akan segera mendapatkan haknya.

Menanggapi pertanyaan terkait pembagian MBG di Sekolah Luar Biasa (SLB), Hj. Saemina mengklarifikasi bahwa secara administratif SLB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.

Meski demikian, pendataan penerima manfaat MBG di lapangan tetap dilakukan secara menyeluruh tanpa melihat sekat kewenangan tersebut.

“SLB itu ranah provinsi, tetapi pendataan MBG ini tidak diintervensi oleh Dinas Pendidikan Kota. Seluruh sekolah dan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga anak sekolah, didata langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang ada di Kota Kendari,” jelasnya.

Baca Juga :  PPDB Segera Dibuka, Berikut Syarat Pendaftaran Jenjang TK, SD hingga SMP di Kota Kendari

Dinas Pendidikan sendiri berperan sebagai satuan kerja (Satker) yang bertugas melakukan pemantauan di lapangan, memastikan jumlah siswa yang menerima, serta mengawasi jika ada kendala dalam pelaksanaan distribusi.

Hj. Saemina juga meluruskan isu mengenai dugaan kekurangan pada tekstur makanan di salah satu sekolah di Kendari.

Setelah dilakukan pengecekan langsung ke pihak sekolah dan dapur penyedia, diketahui bahwa kabar tersebut adalah kesalahpahaman.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan dan Pembinaan Karakter Santri di Sulawesi Tenggara

Warna nasi yang kemerahan dan adanya bintik-bintik hitam yang dicurigai sebagai zat berbahaya ternyata berasal dari bahan alami.

“Bukan keracunan. Pihak dapur ingin menyajikan variasi nasi merah, sehingga mereka menggunakan campuran buah naga. Warna pink kemerahan itu dari sari buah, dan bintik hitam tersebut adalah biji buah naga. Itu aman dikonsumsi,” tegas Hj. Saemina.

Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat dan orang tua siswa untuk tetap tenang dan mendukung program nasional ini guna meningkatkan kualitas gizi anak bangsa di Kota Lulo. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!