Pendidikan

Tinjau Langsung Lokasi, DPRD Kendari Pastikan Proyek Gedung SMPN 4 Tidak Mangkrak: Berjalan Bertahap

3366
×

Tinjau Langsung Lokasi, DPRD Kendari Pastikan Proyek Gedung SMPN 4 Tidak Mangkrak: Berjalan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Kendari, Muslimin T bersama Ketua Komisi I, Zulham Damu meninjau langsung progres bangunan, Senin (2/2).

KORANHeadline.com, KENDARI – DPRD Kota Kendari memastikan pembangunan gedung SMP Negeri 4 Kendari tidak mangkrak sebagaimana isu yang beredar di media sosial.

‎Hal ini ditegaskan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Kendari, Muslimin T saat meninjau langsung progres bangunan gedung bersama Ketua Komisi I, Zulham Damu dan Dikbud Kota Kendari, Senin (2/2).

‎Proyek tersebut dipastikan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta tahapan anggaran yang telah ditetapkan.

Muslimin. T

‎Muslimin T, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan merupakan kunjungan resmi Komisi III, melainkan respons atas pernyataan sikap sejumlah LSM yang mempertanyakan penggunaan anggaran dan kondisi bangunan.

‎“Ini bukan kunjungan resmi Komisi III. Saya datang karena melihat pernyataan di media sosial yang menyebut pembangunan sekolah ini tidak sesuai dan disebut mangkrak. Faktanya, pembangunan SMPN 4 ini dilakukan secara bertahap, bukan berhenti,” tegasnya.

‎Politikus Demokrat menjelaskan, pembangunan tahap pertama telah dianggarkan dan dilaksanakan sesuai kontrak. Tahap lanjutan akan kembali dianggarkan untuk menyempurnakan seluruh bangunan agar dapat berfungsi maksimal bagi kebutuhan siswa.

‎“Kalau disebut mangkrak, artinya anggaran sudah habis tapi bangunan tidak selesai. Ini tidak demikian. Pekerjaan tahap pertama sudah selesai sesuai nilai kontrak dan dikerjakan tepat waktu,” ujarnya.

‎Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK, dan konsultan pengawas, pembangunan dinilai telah memenuhi prinsip tepat guna, tepat mutu, dan tepat waktu. Secara fisik, bangunan juga dinilai sudah fungsional.

‎“Saya lihat secara kasat mata bangunan ini sesuai spesifikasi. Volume pekerjaan dan material yang digunakan juga sesuai formulasi teknis,” tambah legislator Dapil Baruga-Kambu.

‎Sementara itu, Zulham Damu menekankan pentingnya tiga konsep utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan, yakni tepat guna, tepat mutu, dan tepat waktu.

‎“Alhamdulillah, dari hasil tinjauan lapangan ini kita lihat semuanya sudah ada dan berjalan. Dari sisi waktu dan fisik bangunan, saat ini sudah fungsional. Yang paling utama memang fungsionalitasnya, karena tujuan pembangunan itu adalah agar bisa dimanfaatkan,” ujar Zulham.

‎Ia menjelaskan bahwa pembangunan yang ditinjau masih berada pada tahap pertama dan direncanakan akan berlanjut ke tahap kedua. Terkait hal tersebut, penjadwalan lanjutan akan disesuaikan dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

‎“Kalau kita lihat secara keseluruhan dari kunjungan lapangan ini sudah oke. Hanya mungkin perlu sedikit pembenahan saja, tapi tidak terlalu signifikan,” singkatnya

‎Ditempat sama, PPTK pembangunan SMPN 4 Kendari, Maljuwais, menjelaskan bahwa pekerjaan tahap pertama dimulai pada 16 Juli hingga 23 Desember, dan selesai sebelum masa kontrak berakhir. Total anggaran tahap pertama mencapai sekitar Rp1,7 miliar, bersumber dari APBD Kota Kendari, dan dikerjakan oleh CV Asrita Perkasa.

‎“Pekerjaan tahap pertama meliputi pondasi hingga pengecoran plat lantai dua. Semua selesai sesuai kontrak,” jelas PPTK.

‎Pembangunan tahap kedua direncanakan akan dianggarkan kembali dengan nilai sekitar Rp2 miliar lebih, yang mencakup penyelesaian lantai dua, pembangunan ruang kelas hingga total 12 ruangan, aula, toilet, serta pengadaan mobiler. Proses tender akan dilakukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

‎Pemkot Kendari menargetkan pembangunan SMPN 4 Kendari rampung sepenuhnya pada tahun 2026, sehingga dapat digunakan secara optimal pada awal 2027.

‎Pembangunan gedung dua lantai ini dilakukan karena tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 4 Kendari, sementara keterbatasan lahan tidak memungkinkan pembangunan kelas baru secara horizontal.

‎“Jumlah peminat besar, sementara lahan terbatas. Maka solusi yang diambil adalah pembangunan vertikal,” terang Maljuwais kepada media.

‎Dengan selesainya pembangunan secara bertahap, diharapkan tidak ada lagi siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada sore hari, dan proses pendidikan dapat kembali berjalan normal. (red/ID)

Baca Juga :  Ketua Yayasan dan Ketua STIE 66 Berikan Selamat atas Pelantikan Rektor Baru UHO: Arah Baru Sinergi Pendidikan di Bumi Anoa









Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!