Pendidikan

Dikbud Sultra Tegaskan Larangan Iuran di SMA/SMK, Temuan di SMKN 4 Kendari Segera Dikembalikan

2451
×

Dikbud Sultra Tegaskan Larangan Iuran di SMA/SMK, Temuan di SMKN 4 Kendari Segera Dikembalikan

Sebarkan artikel ini
Aris Badara saat konfrensi pers.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Aris Badara, memberikan teguran keras terkait praktik pungutan di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pungutan dalam bentuk iuran, baik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sultra.

​Pernyataan ini disampaikan Aris dalam konferensi pers di Aula Dikbud Sultra, Senin (5/1/2026), menyusul adanya laporan terkait iuran di SMK Negeri 4 Kendari yang sempat viral.

​”Saya tegaskan tak ada lagi pungutan apa pun di sekolah. Terkait kasus di SMK Negeri 4 Kendari, kami sudah menurunkan tim investigasi. Hasilnya menunjukkan bahwa itu adalah iuran, sehingga langsung kami hentikan. Rekomendasi kami besok adalah dana tersebut harus dikembalikan,” tegas Aris di hadapan awak media.

Baca Juga :  Bahas Pengendalian Malaria, FKM UNHAS Hadirkan Pembicara dari London School Of Hygiene and Tropical Medicine, Uk

Aris menjelaskan bahwa sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016, terdapat perbedaan mendasar antara pungutan, iuran, dan sumbangan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pendidikan memang dimungkinkan melalui bantuan atau sumbangan yang bersifat sukarela, namun pungutan dan iuran yang bersifat mengikat sangat dilarang.

​”Khusus kasus SMKN 4, tim menemukan kategori iuran, artinya ada pelanggaran di situ. Semua bentuk iuran tidak boleh mengikat kepada pelayanan pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga :  UPA Kebun Ilmu Hayati UHO Siap Dukung Mahasiswa Jalankan Praktikum dan Penelitian di Kebun Raya

Di sisi lain, Aris mengakui adanya dilema yang dihadapi pihak sekolah, terutama SMK. Sejak awal menjabat, ia telah berkoordinasi dengan Gubernur mengenai kurangnya guru produktif di bidang teknis, seperti teknik mesin, pertambangan, IT, hingga tata boga.

​”Sangat sulit mendapatkan tenaga pengajar di jurusan-jurusan tersebut. Inilah yang terjadi di SMKN 4, sebuah dilema. Jika tidak dibayar mereka tidak mengajar, sementara anggaran untuk insentif mereka sulit tersedia. Namun, regulasi tetap harus ditegakkan,” ungkapnya.



​Meski memahami tantangan kebutuhan honorer guru produktif, Aris tetap meminta sekolah untuk tetap tertib administrasi dan tidak mengambil jalan pintas dengan menarik iuran yang memberatkan orang tua siswa. (red/ad)

Baca Juga :  Kadikbud Kota Tegaskan Siswa Tak Diwajibkan Membeli Baju Seragam di Sekolah









Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701