DaerahMetro

BPTD Sultra Bersama KSOP Kendari Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran dan Bagikan Life Jacket ke Kapal-Kapal Tradisional

4953
×

BPTD Sultra Bersama KSOP Kendari Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran dan Bagikan Life Jacket ke Kapal-Kapal Tradisional

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir Ridwan Bae bersama Kepala BPTD Sultra dan KSOP Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran dan pembagian life jacket kepada kapal-kapal tradisional.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir Ridwan Bae dan Wali Kota Kendari, dr Siska Karina Imran. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir Ridwan Bae bersama Kepala BPTD Sultra dan KSOP Kendari saat wawancara.

Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, S.T., M.Ec, Dev. mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan budaya keselamatan pelayaran, khususnya pada sektor transportasi laut rakyat yang masih banyak menggunakan kapal-kapal tradisional.

“Kita semua menyadari bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara regulator, operator, dan masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” ungkap Husni.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian, Ditpolairud Polda Sultra Santuni Keluarga Nelayan Korban Insiden di Laonti

Ia menambahkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha pelayaran rakyat mengenai pentingnya pemenuhan standar keselamatan, termasuk penggunaan alat keselamatan seperti life jacket.

“Pembagian life jacket yang dilaksanakan hari ini adalah upaya nyata pemerintah khususnya kami dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung terwujudnya pelayaran yang selamat, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

“Saya mengimbau kepada seluruh nakhoda dan pemilik kapal tradisional untuk senantiasa memastikan bahwa kapalnya laik laut, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menjadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban. Jadikanlah penggunaan life jacket sebagai standar operasional dalam pelayaran, bukan hanya formalitas,” tambah Husni.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Capt. Raman menambahkan bahwa pemerintah memiliki mandat yang jelas dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan tertib. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang secara tegas menyatakan bahwa setiap kegiatan pelayaran wajib menjamin keselamatan dan keamanan, serta perlindungan terhadap lingkungan maritim.

Baca Juga :  PT TAS Tegaskan Operasional yang Dijalankan Memiliki Legalitas dan Berdasar

“Hal ini juga dipertegas dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2017 tentang Keselamatan Kapal, di mana disebutkan bahwa setiap kapal, termasuk kapal rakyat, wajib menyediakan jumlah life jacket yang memadai dan sesuai dengan kapasitas kapal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, selain sosialisas pihakhya juga secara simbolis menyerahkan bantuan life jacket kepada para pemilik kapal rakyat. “Bantuan ini merupakan bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap sektor transportasi rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas lokal,” pungkas Capt. Rahman.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Terapkan Absensi Deteksi Wajah Anti-Manipulasi Face ID: Dorong Kedisiplinan ASN

Ditempat sama, Wakil Komisi V, Ridwan Bae mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan pembagian life jacket yang diinisiasi KSOP Kepas IIA Kendari bersama BPTD Sultra.

“Sebagai wakil rakyat tentu saya memberikan apresiasi kepada KSOP Kendari dan BPTD Sultra yang sudah melaksanakan kegiatan ini, mengedukasi keselamatan pelayaran bagi operator kapal.

Legislator asal Sultra ini juga mengapresiasi pembagian life jacket yang diberikan kepada kapal-kapal tradisional. Menurutnya ini penting untuk keselamatan pelayaran.

“Ini harus menjadi perhatian apalagi kapal rakyat. Bagusnya juga sebelum berangkat berkoordinasi dengan BMKG apakah cuaca baik atau tidak. Termasuk kelebihan penumpang juga harus jadi perhatian,” tutup Ridwan Bae. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!