EkobisMetropolis

Retret di Lembah Tidar, Kadin Perkuat Konsolidasi Internal untuk Menjadi Pengusaha Pejuang

5493
×

Retret di Lembah Tidar, Kadin Perkuat Konsolidasi Internal untuk Menjadi Pengusaha Pejuang

Sebarkan artikel ini
Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.

KORANHeadline.com, JAKARTA — Selama empat hari, Kamis (07/08/2025) hingga Minggu (10/08/2025), sekitar 250 pengurus Kadin se Indonesia akan mengikuti “retret” di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Para pengurus terdiri atas ketua umum Kadin Indonesia, para wakil ketua umum koordinator (WKUK), para wakil ketua umum (WKU), para kepala badan (kabadan), para ketua umum Kadin provinsi, anggota luar biasa, pimpinan Dewan Penasihat, pimpinan Dewan Usaha, pimpinan Dewan Kehormatan, pimpinan Dewan Pertimbangan, dan Kadin Alumni Lemhanas.

Jika tidak ada perubahan, acara konsolidasi internal Kadin di Lembah Tidar ini direncanakan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari Jumat (8/8/2025).

“Retret ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif anggota Kadin agar menjadi pengusaha pejuang berwawasan kebangsaan dan menjadi mitra aktif pemerintah yang memberikan kontribusi riil kepada bangsa dan negara,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai bertemu Gubernur Lemhanas RI TB Hasan Syadzily, Jumat (1/08/2025).

Sebagai mitra resmi pemerintah, acara retret ini juga menjadi ajang untuk menyelaraskan visi dan kegiatan Kadin dengan kebijakan pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Kadin mengharapkan Presiden membuka acara retret pada hari Jumat (8/08/2025). Apalagi ini adalah sejarah baru Kadin. Untuk pertama kali Kadin menggelar retret. “Kita semua tahu betapa padatnya jadwal Bapak Presiden. Ini harapan Kadin dan kami sudah mengirimkan undangan kepada Bapak Presiden,” jelas Anin, panggilan akrab Anindya Novyan Bakrie.

Baca Juga :  Konsisten Ekspansi dan Inovasi, Bank Sultra Berhasil Catat Pencapaian Laba Tertinggi

Kondisi ekonomi global dilanda ketidakpastian. Ke depan masalah geopolitik —seperti Perang Israel vs Iran, 7-11 Juni 2025– sulit diprediksi. Perang, kata Anin, bisa meletus kapan saja dan tidak seorang pun bisa membuat prediksi dengan tepat. Kita tidak bisa memastikan gencatan senjata Israel dan Iran akan berlangsung permanen. Demikian pula dengan situasi geopolitik di kawasan dunia lainnya.

Karena itu, demikian Anin, pengusaha Indonesia harus tangguh dan memiliki wawasan global. Pelaku bisnis harus tahan banting dalam menghadapi semua situasi, sesulit apa pun. Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit, para pelaku bisnis harus bisa mengembangkan usahanya, minimal mampu mempertahankan usaha, tidak ada PHK. “Inilah yang disebut pengusaha pejuang,” ujar Anin.

Berasal dari kata Latin “retrahere” yang artinya menarik kembali atau mundur, retret adalah waktu yang sengaja disisihkan oleh seseorang atau organisasi untuk keluar dari rutinitas sehari-hari untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan membuat perencanaan strategis serta membangun kebersamaan.



Retret di Lembah Tidar yang diikuti oleh para pengurus Kadin se-Indonesia adalah sebuah penyegaran dan konsolidasi internal untuk memperkuat keterpaduan gerak bersama guna ikut menyukseskan program pemerintah, mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pemerataan.

Mengutip begawan ekonomi Indonesia, Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo, Anin mengatakan, kedaulatan politik takkan berarti tanpa kedaulatan ekonomi. Dunia usaha harus berjiwa juang, mandiri, dan berpijak pada bumi Pancasila.

Baca Juga :  Kadiv PAS Kumham Sultra Tegaskan Seluruh Proses Seleksi CPNS Transparan, Jujur dan Tanpa Biaya

Ada lima tujuan retret para pengurus Kadin di Lembah Tidar, yakni, pertama, meningkatkan wawasan kebangsaan para pemimpin dunia usaha. Kedua, menyelaraskan visi Kadin dengan arah pembangunan nasional. Ketiga, menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa dunia usaha adalah bagian dari sistem pertahanan semesta. Keempat, mendorong kontribusi dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional. Kelima, memperkuat konsolidasi Kadin hingga ke kabupaten dan kota.

Untuk pertama kali para pengusaha masuk barak. “Ini bukan untuk menjadi tentara. Tapi, ada nilai yang dapat dipelajari para pengusaha, yakni semangat juang seperti tentara tempur,” ungkap Anin.

Para peserta retret diberikan berbagai materi ekonomi, politik, dan wawasan kebangsaan. Materi ekonomi berfokus pada empat program quick win gotong royong kadin-pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG), Klinik Gotong Royong untuk pemeriksaan kesehatan gratis, Pembangunan Tiga Juta Rumah, termasuk lewat renovasi rumah tak layak huni, dan program Pengiriman Pekerja Migran.

Peserta Kadin tidak hanya diberikan materi tentang upaya meningkatkan investasi dan perdagangan, kedaulatan energi dan kedaulatan pangan, melainkan juga kondisi geopolitik yang kian dinamis dan rumit, wawasan kebangsaan, dan pentingnya menjadi pengusaha pejuang yang menghayati nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pemateri bukan hanya tiga menko bidang ekonomi – Menko Perekonomian, Menko Pangan, dan Menko Infrastruktur – serta sejumlah menteri ekonomi di antaranya Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Investasi, Investasi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas—, melainkan juga menteri dan pejabat di luar bidang ekonomi. Mereka adalah Menko Polhukam, Menlu, Mendagri, Gubernur Lemhanas, dan Gubernur Akmil. Ada materi tentang Sejarah Perjuangan Indonesia, Lingkungan Strategis, Kewaspadaan Nasional, Ketahanan Nasional, Empat Konsensus Bangsa, dan Manajemen Nasional.

Baca Juga :  Suzuki New XL7 Hybrid Resmi Mengaspal Kendari, Terapkan Teknologi SHVS Irit Bahan Bakar

Kadin adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional. Retret akan dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, menyiapkan SDM berkualitas agar pelaku usaha memiliki jiwa kepemimpinan berwawasan kebangsaan, menumbuhkan kesadaran terhadap perkembangan geopolitik yang dinamis dan ancaman multidimensi terhadap stabilitas usaha, serta menjembatani dunia usaha dan militer untuk mewujudkan pertahanan non-militer.

Tahun ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-80. Pemerintahan Prabowo baru berjalan sepuluh bulan. Para pengurus Kadin juga masih baru. Retret diadakan pada momentum yang tepat. Momentum untuk konsolidasi internal. Momentum untuk membahas berbagai isu strategis di bidang sosial, ekonomi, politik, dan hukum untuk mempersiapkan generasi emas 20 tahun akan datang, saat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-100, tahun 2045.

Acara retret akan dijalankan dengan serius. Para peserta diwajibkan mengikuti penuh seluruh kelas dan pada hari terakhir membuat makalah empat halaman. “Setiap peserta nantinya diberikan sertifikat sebagai tanda lulus retret,” pungkas Anin. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701