Daerah

Transformasi Pertanian Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka Resmikan Teknologi Pemilah Benih Modern di Konawe

2891
×

Transformasi Pertanian Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka Resmikan Teknologi Pemilah Benih Modern di Konawe

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sultra Luncurkan Sanggoleo Sultra dan Teknologi Otomasi.

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penguatan sistem perbenihan padi.

Hal ini ditandai dengan peresmian Mesin Rice Seed Sorter dan Auto Scale Machines serta launching kemasan benih padi “Sanggoleo Sultra” yang dipusatkan di UPTD Balai Benih (BBI) Induk Wawotobi, Konawe, Selasa (30/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pertanian merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Sektor ini tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga menjadi penopang ekonomi daerah, penyedia lapangan kerja, serta penyangga stabilitas sosial dan ekonomi wilayah pedesaan,” terang Gubernur.

Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan benih bermutu. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan adaptif terhadap lingkungan.

Sulawesi Tenggara saat ini memiliki luas lahan sawah sekitar 96 ribu hektare, termasuk pencetakan sawah baru tahun 2025 seluas 6.745 hektare. Luasan tersebut membutuhkan sekitar 2.400 ton benih per musim tanam.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Hadiri Rakor Khusus Bersama KPK dan Gubernur Sultra: Komitmen Perangi Korupsi

Untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus meningkatkan pemenuhan benih bersertifikat melalui penguatan produksi, penyempurnaan proses pascapanen, serta optimalisasi sistem distribusi agar semakin menjangkau petani secara merata.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Sultra menghadirkan teknologi otomasi mutakhir. UPTD BBI Wawotobi kini tercatat sebagai satu-satunya Balai Benih Induk (BBI) di Indonesia yang mengoperasikan kombinasi teknologi Rice Seed Sorter STS-600 (Tiger Kawashima) berkapasitas 400–600 kg per jam.



Alat ini dilengkapi teknologi sensor presisi untuk memilah benih beras secara otomatis dengan teknologi Auto Scale Machine CDCS-25 (Crown) yang mampu melakukan pengemasan otomatis sebanyak 400–600 kemasan per jam melalui sistem digital sehingga meminimalkan kesalahan manusia dan risiko kontaminasi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara juga menyaksikan secara langsung demonstrasi penggunaan teknologi pertanian modern lainnya, berupa aplikasi pestisida menggunakan drone, sebagai bagian dari upaya percepatan modernisasi pertanian dan efisiensi budidaya di tingkat lapangan.

Baca Juga :  Klarifikasi YPPT Al Asri: Tegaskan Kasus Viral Tak Terkait Perguruan Tinggi

Penggunaan teknologi perbenihan dan mekanisasi pertanian ini mampu menghasilkan benih dengan kemurnian fisik hingga 99 persen, daya tumbuh yang lebih seragam, serta standar pengemasan yang setara dengan industri benih modern.

Pada musim tanam MT II Tahun 2025/2026, BBI Wawotobi memproduksi benih padi bersertifikat berupa varietas Ciherang dan Inpari 42, dengan menggunakan sumber Benih Dasar (BD) berlabel putih dan menghasilkan Benih Pokok (BP) berlabel ungu, dengan potensi hasil produksi mencapai 7–12 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Peluncuran kemasan benih “Sanggoleo Sultra” menjadi simbol penting kemandirian benih daerah yang berakar dari kearifan lokal masyarakat Tolaki. Sanggoleo merujuk pada penghormatan terhadap Sanggoleo Mbae, dewa padi, sebagai doa atas kesuburan dan hasil panen melimpah, sekaligus bermakna menyatukan dan menghimpun sinergi antara tanah, air, petani, dan teknologi.

Baca Juga :  Tenunan Khas Kota Kendari Pukau Para Penonton di Fashion Culture Swarna Gemilang Jakarta

Benih Sanggoleo Sultra diproses menggunakan sistem digital dan otomasi penuh sehingga menjamin benih yang aman dan bersertifikat, memiliki ketahanan terhadap penyakit, serta daya tumbuh yang optimal dan seragam di lapangan.

Gubernur Sultra berharap, dengan penguatan sarana perbenihan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk penangkar, penyuluh, dan petani, Sulawesi Tenggara mampu menjadi salah satu pusat produksi benih unggul regional, sekaligus mengurangi ketergantungan benih dari luar daerah.

“Ini merupakan upaya kita guna membangun kemandirian benih daerah dan memperkuat identitas produk lokal, serta mendorong penangkar dan pelaku perbenihan untuk bekerja secara lebih profesional dan berdaya saing,” tutup Gubernur.

Sejalan dengan penguatan sistem perbenihan dan pemanfaatan teknologi modern, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara menargetkan capaian produksi padi sebesar satu juta ton pada tahun 2026 (red/ID)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701