Daerah

Buah Inovasi, BPP Wuawua Olah Limbah Kulit Bawang Jadi Pesnab Sumber Nutrisi Tanaman

4178
×

Buah Inovasi, BPP Wuawua Olah Limbah Kulit Bawang Jadi Pesnab Sumber Nutrisi Tanaman

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian (Kadis Distan) Kota Kendari, Makmur saat menyambangi BPP Wuawua Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wuawua Kota Kendari menunjukkan inovasi luar biasa dalam mendukung program “Kendari Berkebun” dan pengembangan sektor pertanian urban.

Mereka berhasil mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati yang sekaligus berfungsi menyuburkan tanaman, sebuah terobosan yang diaplikasikan langsung pada lahan sempit di wilayah Wuawua dan Kadia.

Kepala Dinas Pertanian (Kadis Distan) Kota Kendari, Makmur, S.Pdm, M.Pd mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Koordinator BPP Wuawua, Firman Sofyan, bersama timnya.

“Inovasi yang dilakukan oleh teman-teman di BPP Wuawua ini yang pertama, bagaimana mereka memanfaatkan limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati yang sekaligus juga bisa menyuburkan tanaman,” ujar Makmur, Jumat (17/10/2025).

Baca Juga :  Bincang Bareng Media, BI Sultra Ajak Pemda Maksimalkan Pengunaan Digitalisasi Sektor Pajak

Ia menambahkan bahwa hasil aplikasi inovasi tersebut terlihat jelas, dengan tanaman di lokasi BPP yang tampak subur dan tertata artistik, meski lahan yang digunakan sangat sempit.

Program “Kendari Berkebun” sendiri di wilayah Wuawua dan Kadia diimplementasikan dalam bentuk urban farming dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah, sebuah edukasi penting bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mengatasi fluktuasi harga sayuran.

“Di Kadia dan Wuawua itu kalau pertaniannya itu jenisnya urban farming. Dan alhamdulillah ibu-ibu itu karena mereka melihat dulu setelah melihat baru mereka praktikan. Jadi kalau kita bisa jalan-jalan ke Kadia, ke Wuawua itu semuanya modelnya begini,” jelas Firman Sofyan, Koordinator BPP Kecamatan Wuawua.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Kota Kendari

Selain inovasi pestisida dari kulit bawang, BPP Wuawua juga aktif dalam pembinaan pasca panen, seperti perajin keripik bawang goreng, keripik pisang, hingga produk olahan lainnya seperti wedang susu dan crispy sago cake.



Namun, keberhasilan ini diiringi tantangan serius terkait kekurangan sumber daya. Saat ini, BPP Wuawua membawahi dua kecamatan, yakni Wuawua dan Kadia, dengan total 61 kelompok tani (32 di Wuawua dan 29 di Kadia).

“Sementara tenaga penyuluh kita hanya empat orang dengan koordinatornya. Jadi keterjangkauan pendampingan kelompok-kelompok tani itu tidak sebanding dengan jumlah kelompok tadi dengan penyuluh,” kata Kadis Makmur.

Baca Juga :  Maju Pilrek UHO, Prof La Ode Santiaji Bande Siap Bawa Kampus Menuju Kelas Dunia

Makmur mengungkapkan bahwa penambahan unit BPP dan tenaga penyuluh sangat dibutuhkan, bahkan pihaknya berencana mengusulkan penambahan kantor untuk menunjang kegiatan BPP.

Kota Kendari sendiri saat ini hanya memiliki dua BPP yang merangkap dua kecamatan, yaitu BPP Abeli dan BPP Wuawua. Idealnya, dibutuhkan dua BPP lagi untuk sembilan kecamatan di Kendari, serta kantor pusat BPP untuk mengoordinasi seluruh kegiatan BPP di Kota Kendari. (red/ID)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701