Metropolis

Disdalduk Dorong Perluasan Program Orang Tua Asuh Tekan Angka Stunting di Kota Kendari

2372
×

Disdalduk Dorong Perluasan Program Orang Tua Asuh Tekan Angka Stunting di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Drs Jahuddin MSi

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Drs. H. Jahuddin, M.Si, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pendataan keluarga, terdapat 1.018 keluarga di Kota Kendari yang berisiko stunting.

Resiko stunting ini didasarkan pada beberapa indikator, antara lain sanitasi yang tidak layak, akses air bersih yang terbatas, dan kondisi kehamilan yang berisiko (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, atau terlalu rapat jarak kehamilan).

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 keluarga telah terverifikasi secara by name by address di tingkat kelurahan. Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menargetkan penanganan 500 kasus stunting pada tahun ini.

Berbagai penanganan telah dilakukan, termasuk pemberian bantuan gizi berupa makanan siap saji kepada 21 keluarga oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui program orang tua asuh.

Kerjasama dengan Baznas juga akan memberikan bantuan kepada 50 keluarga lagi, sehingga total keluarga yang tertangani akan mencapai 70 keluarga.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Keciprat Dana Hibah Rp4,8 Miliar: Benahi Tanggul Sungai Wanggu dan Sarungga

H. Jahuddin menambahkan bahwa pihaknya berencana berdiskusi dengan pimpinan untuk meningkatkan upaya penanganan stunting guna mencapai target zero stunting pada tahun 2029.

“Jadi kita ada program orang tua asuh yang selalu memberikan pendampingan makanan bergizi bagi anak stunting di Kota Kendari,” ungkap mantan Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kendari.

H. Jahuddin berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat berperan aktif dalam mengatasi masalah stunting di Kota Kendari.



Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran belum lama ini, mengungkapkan bahwa masalah stunting merupakan isu prioritas nasional yang menjadi perhatian serius pemerintah.

“Stunting bukan hanya soal pendeknya tinggi badan anak, melainkan indikator ketertinggalan gizi kronis yang dapat berdampak panjang terhadap kualitas kehidupan seseorang baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun produktivitas di masa dewasa. Dan lebih jauh, stunting merupakan ancaman nyata terhadap daya saing bangsa,” ungkapnya.

Katanya, pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 18,8% pada tahun 2025. namun di Kota Kendari ditahun 2023 stunting mencapai angka 25,7% (data Survey Kesehatan Indonesia/SKI).

Baca Juga :  Pekan Keselamatan Jalan 2024, Jasa Raharja Sultra Serukan Pentingnya Kesadaran Berkendara

“Sedangkan berdasarkan hasil ssgi tahun 2023 angka prevalensi stunting di Kota Kendari adalah sebesar 20%. Tentu saja, ini bukan tugas yang ringan, tetapi dengan kerja keras, strategi yang tepat, serta keterlibatan seluruh pihak, saya yakin kita mampu mencapai target tersebut,” bebernya.

Selain itu, sambungnya, Kota Kendari telah melakukan berbagai langkah, mulai dari peningkatan cakupan intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas layanan di puskesmas dan posyandu, penguatan data melalui pemantauan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, sanitasi, dan edukasi kepada keluarga.

“Namun demikian, kita tidak boleh puas. Angka stunting yang belum dibawah target menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. oleh karena itu, dalam rapat ini saya meminta agar setiap OPD dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja dan kontribusi sektoralnya terhadap program penurunan stunting. Terutama intervensi harus berdasarakan rekomendasi yang dikeluarkan dari hasil audit kasus stunting tahun sebelumnya,” pintanya.

Baca Juga :  Dua Raperda Baru Disetujui Dewan

Kedua, koordinasi lintas sektor diperkuat melalui integrasi program dan anggaran yang lebih tepat sasaran yang tentunya dimotori oleh bappeda kota kendari sebagai sektor yang menjadi muara dari seluruh perencanaan yang ada di Kota Kendari.

Ketiga, data sasaran keluarga risiko stunting digunakan secara optimal untuk menentukan intervensi yang presisi. hal ini harus menjadi acuan dari setiap OPD di Kota Kendari ketika akan menentukan lokus intervensi sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Terakhir, peran kader, tokoh agama, tokoh masyarakat dan media lokal dimaksimalkan dalam kampanye perubahan perilaku. setiap camat dan lurah menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan program di tingkat wilayah masing-masing. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701