Advetorial

Peringati Hari Bakti PU, Kadis Cipta Karya Sultra Tekankan Sinkronisasi Program Nasional dan Daerah ke Jajaran

260
×

Peringati Hari Bakti PU, Kadis Cipta Karya Sultra Tekankan Sinkronisasi Program Nasional dan Daerah ke Jajaran

Sebarkan artikel ini
Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Martin Effendi Patulak bersama Kadis SDA dan Bina Marga, Pahri Yamsul saat memperingati Hari Bhakti PU.

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra kompak memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke 79 tahun 2024.

Kegiatan yang berlangsung di pelataran Dinas Cipta Karya tersebut dibuka secara langsung oleh Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si bersama Kadis SDA dan Bina Marga, Dr. Ir. Pahri Yamsul, M.Si yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng, Selasa (3/12/2024).

Kebersamaan Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Martin Effendi Patulak bersama Kadis SDA dan Bina Marga, Pahri Yamsul saat memperingati Hari Bakti PU.

Pegawai kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sultra ini terlihat antusias mengikuti pembukaan tersebut. Suasana makin meriah saat salah satu pegawai Dinas SDA dan Bina Marga mendapatkan hadiah motor dinas karena dinilai menjadi abdi negara yang rajin dan disiplin oleh atasannya.

Kepada media, Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bakti PU menjadi agenda tahunan seluruh dinas yang berada dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pegawai Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra dan Dinas SDA dan Bina Marga Sultra antusias mengikuti kegiatan.

“Olehnya itu hari ini kita merayakannya bersama Dinas SDA dan Bina Marga. Kita berharap dengan bertambahnya usia Dinas PU semakin memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya pembangunan infrastruktur di Sultra,” ujar Martin.

Dikesempatan baik ini, mantan Kepala Dinas Sosial juga tak lupa menekankan kepada jajaran terkait sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah sehingga outputnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama penyediaan fasilitas air bersih dan fasilitas sanitasi.

Baca Juga :  Gandeng Kabupaten Kota, DPMPTSP Gelar Rakor Percepatan Realisasi Investasi di Sultra

“Khusus kami di dinas cipta karya, seperti yang di programkan Bapak Presiden tentang penyediaan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat, ini juga mendukung program stunting. Termasuk penyediaan air minum (fasilitas air bersih, red) bagi masyarakat karena ini kebutuhan dasar jadi diperlukan untuk segera disinkronkan antara pusat, provinsi dan kabupaten kota,” terang Martin.

Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sultra periode 2023-2028 memastikan, pihaknya selalu melakukan rapat koordinasi guna menyamakan persepsi program-program yang akan dijalankan, terutama di tahun 2025 mendatang.

Pegawai Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra dan Dinas SDA dan Bina Marga Sultra antusias mengikuti kegiatan.

“Kita selalu melakukan rapat koordinasi setiap awal tahun untuk menyamakan persepsi program-program yang akan kita jalankan di Sulawesi Tenggara,” ungkap orang nomor satu di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra tersebut.

Diketahui, program penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi telah dijalankan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang tahun ini. Artinya program ini memang menjadi prioritas bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah.

Salah satu fasilitas sanitasi yang dibangun Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra.

Pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih bagi masyarakat dinilai sangat perlu guna mencegah stunting di lingkungan keluarga. Apalagi penanganan stunting ini menjadi program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Belum lama ini, kepada media, Martin mengungkapkan bahwa pembangunan sarana fasilitas sanitasi dan fasilitas air bersih memang merupakan tugas Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang.

“Ini program prioritas pemerintah provinsi dan selalu menjadi evaluasi bagi dinas kami untuk kinerja kami selama satu tahun. Pertama minimal kita bisa mensupport kabupaten kota dalam menyediakan air besih dan sanitasi,” bebernya

Baca Juga :  KPU Sultra Bersama Penyelenggara Daerah dan KPPS Rapat Konsolidasi Bahas Evaluasi Pelaksanaan Pilkada

Menurutnya, penyediaan air bersih dan sanitasi memang menjadi syarat wajib bagi Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang agar masyarakat memiliki akses yang nyaman dan tersedia.

“Apa efeknya kalau tidak dilaksanakan, maka kita tidak akan menunjang program stunting, karena salah satu penyebab stunting adalah lingkungan yang tidak sehat. Artinya mengkonsumsi air yang tidak higienis bisa menimbulkan penyakit sehingga anak-anak kita tidak bisa tumbuh dengan baik,” ungkap Martin.

Dirinya berharap program sanitasi dan air bersih bisa dituntaskan sehingga anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Dirinya pun mengajak pemerintah kabupaten kota ikut ambil bagian dalam penyediaan fasilitas ini.

“Kami berharap ini bisa tuntas 100 persen. Jadi perlahan kita support, tugas ini bukan tugas dinas cipta karja saja. Cipta karya pusat juga, kabupaten kota juga sama, punya tugas untuk penyediaan fasilitas sarana prasana,” papar Martin kepada media.

Terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, La Liusu, S.T, M.P.W.K, menambahkan bahwa pembangunan fasilitas air bersih tahun ini menyasar sejumlah kabupaten di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).

“Untuk pembangunan sumur bor itu kita berada di empat kabupaten yaitu Kabupaten Muna 16 titik, Muna Barat 7 titik, Konawe Kepulauan 10 titik dan Kota Kendari 30 titik. Kota Kendari ini paling banyak,” terangnya.

Baca Juga :  Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sultra Dorong Peningkatan Daya Saing Investasi

Senada dengan Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, dirinya menyebut penyediaan fasilitas sanitasi dan air bersih sangat penting bagi masyarakat agar dapat menikmati air bersih yang layak.

“Pembangunan fasilitas ini agar masyarakat bisa menikmati air bersih yang layak supaya hidup sehat. Ini juga bagian dari upaya mencegah stunting, kalau airnya bersih dan sehat, saya kira pertumbuhan masyarakat juga sehat,” paparnya.

La Liusu mengungkapkan bahwa program ini juga masuk dalam program Standar Pelayanan Minimal atau SPM yang ada di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra.

“Ini program SPM kami karena memang program pemerintah pusat juga, karena memang program utama kami,” ungkapnya lagi.

Selain itu, sambung La Liusu pihaknya juga menjalankan program sanitasi aman. Program ini dilaksanakan agar masyarakat bisa menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), terutama tidak Buang Air Sembarangan (BAB).

“Program ini kita kerjasamakan dengan Dinas Kesehatan Sultra, agar kita mengetahui titik-titik mana yang akan dibantu pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus),” ulasnya.

Seperti yang diungkapkan kepala dinas, lanjutnya, penanganan stunting menjadi perhatian serius pemerintah. “Ini menjadi perhatian pemerintah, ini urgen juga, kami sudah bersurat juga ke pemprov untuk penanganan stunting,” tutup La Liusu. (ADV)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!