KORANHeadline.com, KENDARI – Dekan Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ruslin, M.Si, menegaskan komitmennya untuk mendorong UHO bertransformasi dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) jika mendapat amanah sebagai rektor.
Menurut Prof Ruslin, UHO saat ini telah mengantongi status Akreditasi Unggul, sehingga langkah berikutnya yang perlu diperjuangkan adalah meningkatkan status kelembagaan menjadi PTN-BH guna memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.
“Insyaallah kalau menjadi rektor, karena posisi sekarang sudah Akreditasi Unggul, maka harus berpikir bagaimana meningkatkan status dari BLU menjadi PTN-BH. Status ini akan memberikan keleluasaan bagi perguruan tinggi dalam merencanakan dan mengembangkan berbagai program strategis,” ujar Prof Ruslin, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, status PTN-BH akan membuka ruang lebih luas bagi UHO untuk meningkatkan akreditasi internasional, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas kerja sama akademik dengan berbagai institusi luar negeri.
Selain itu, PTN-BH juga dinilai menjadi pintu masuk untuk mendatangkan mahasiswa asing yang selama ini belum pernah tercatat menempuh pendidikan di UHO sejak kampus tersebut berdiri.
“Selama 45 tahun usia UHO, belum ada mahasiswa asing yang kuliah di sini. Karena itu perlu instrumen dan kebijakan khusus agar kita mampu menarik mahasiswa dari luar negeri,” katanya.
Salah satu gagasan yang disiapkannya adalah memberikan dukungan kepada dosen yang memiliki jaringan internasional agar dapat menjalin kerja sama penelitian sekaligus merekrut mahasiswa asing untuk menempuh studi di UHO.
Menurutnya, jika sejumlah dosen mampu mendatangkan satu hingga dua mahasiswa asing setiap tahun, maka dalam waktu singkat UHO akan mulai dikenal di tingkat internasional.
Tak hanya itu, Prof Ruslin juga menilai status PTN-BH akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pembukaan program studi dan fakultas baru yang relevan dengan potensi daerah.
Ia mencontohkan Sulawesi Tenggara yang kaya sumber daya pertambangan dan memiliki sektor pertanian yang terus berkembang, sehingga keberadaan Fakultas Pertambangan maupun Fakultas Teknologi Pertanian sangat strategis untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kalau sudah PTN-BH, kita lebih leluasa membuka program studi atau fakultas yang dibutuhkan sesuai potensi daerah dan kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa menuju PTN-BH membutuhkan kesiapan tata kelola dan kemandirian finansial kampus. Karena itu, seorang rektor harus mampu menghadirkan sumber-sumber pendapatan baru yang tidak hanya bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun bantuan pemerintah.
“Rektor harus berpikir keras bagaimana meningkatkan pendapatan kampus dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki universitas. Jadi tidak semata-mata bergantung pada UKT atau bantuan pusat,” tegasnya.
Prof Ruslin menilai, setelah 45 tahun berstatus perguruan tinggi negeri dan mendapat dukungan besar dari pemerintah melalui pembangunan SDM maupun infrastruktur, UHO sudah saatnya menatap fase baru sebagai kampus yang lebih mandiri dan kompetitif.
“Menurut saya, siapa pun yang memimpin UHO ke depan harus mulai mempersiapkan kampus ini menuju PTN-BH. Di situlah pintu menuju daya saing global terbuka lebih lebar,” pungkas Prof Rusli. (red/id)












