Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
NasionalPendidikan

Siswa SMAN 1 Kendari Izyan Hakan Juharsah Raih Juara 1, Siap Wakili Sultra di OLPAIN Nasional 2026

965
×

Siswa SMAN 1 Kendari Izyan Hakan Juharsah Raih Juara 1, Siap Wakili Sultra di OLPAIN Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
Izhan bersama Kepala Sekolah Nur Aida.

KORANHeadline.com, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, siswa SMAN 1 Kendari, Izyan Hakan Juharsah dari kelas XII A, berhasil meraih juara pertama Olimpiade Pendidikan Agama Islam (OLPAIN) 2026 tingkat provinsi dan dipastikan melaju ke tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Izhan menjadi wakil Sultra pada ajang OLPAIN Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Lampung pada 22 hingga 25 November 2026.

OLPAIN merupakan kompetisi bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPP AGPAII).

‎

Izyan mengungkapkan, perjalanan menuju tingkat nasional harus melalui dua tahapan seleksi, yakni tingkat kota dan provinsi. Pada seleksi tingkat kota, peserta mengerjakan soal secara daring melalui website yang telah disiapkan panitia, dengan sistem pengawasan melalui Zoom Meeting.

Menurutnya, sistem kompetisi tersebut dirancang untuk menjaga kejujuran dan objektivitas penilaian. Peserta yang terindikasi melakukan kecurangan akan mendapatkan pengurangan poin.

“SMAN 1 Kendari mengirim sekitar 12 peserta. Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 pada tingkat kota,” ungkap Izyan, Senin (2/10/2026) di Smansa.

Perjuangan berlanjut pada seleksi tingkat provinsi yang mempertemukan peserta dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Masing-masing provinsi mengirimkan sekitar 20 peserta untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi nasional.

Pada tahapan ini, Izyan berhasil meraih juara pertama sekaligus mengamankan tiket mewakili Sultra ke tingkat nasional. Menariknya, persaingan berlangsung sangat ketat. Izhan mengungkapkan, dirinya dan peserta yang meraih juara kedua sama-sama memperoleh nilai sempurna, yakni 100. Namun, keunggulan waktu pengerjaan menjadi faktor penentu.

“Saya dan teman yang juara dua sama-sama mendapatkan nilai 100, tetapi waktu pengerjaan kami berbeda 1 menit 11 detik. Itu yang membuat saya berhasil meraih juara pertama dan lolos ke tingkat nasional,” jelasnya.

Menghadapi kompetisi nasional di Lampung, Izhan mengaku harus mempersiapkan diri menghadapi dua tahapan penilaian. Pertama, mengerjakan 100 soal wajib dalam waktu 100 menit. Kedua, mengikuti sesi presentasi karya tulis yang mengangkat isu ekologis atau lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, materi kompetisi mencakup berbagai pelajaran Pendidikan Agama Islam yang telah dipelajari sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Namun, soal-soal yang dihadapi tidak hanya menguji kemampuan menghafal materi, tetapi lebih banyak menuntut kemampuan analisis, khususnya mengenai penerapan nilai-nilai dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling sering muncul itu soal analisis. Bagaimana kita memahami dan menerapkan berbagai sistem dalam Islam di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, menyampaikan bahwa pihak sekolah senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas dan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan, mengukir prestasi, serta berani berkompetisi hingga tingkat nasional.
Keikutsertaan Izhan dalam OLPAIN Nasional 2026 diharapkan dapat membawa nama baik SMAN 1 Kendari sekaligus mengharumkan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. (red/ID)

‎ ‎

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!