KORANHeadline.com, KENDARI – Komitmen melestarikan Jeruk Siompu terus diperkuat. Di sela pelaksanaan panen raya Jeruk Siompu hasil penelitian dan kerja sama Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) dengan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di era kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dilakukan juga penanaman bibit jeruk baru di Desa Biwinapada, Kecamatan Siompu, Selasa (28/7).
Kegiatan tersebut melibatkan tim peneliti, tokoh masyarakat, petani, hingga para siswa MAN 1 Siompu sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya regenerasi tanaman endemik yang sempat terancam punah.
Penanaman dipimpin langsung Ketua AMI, Prof. Hj. Husna, didampingi Sekretaris AMI Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., bersama Dr. Dahlan, S.Pd., M.Si., dan La Baali, S.Pd. Turut hadir Parabela La Guuba, Kepala MAN 1 Siompu Selatan Safiaudin Samparadja, S.Pd., serta sejumlah tokoh masyarakat di antaranya Marsudin, La Yiu, La Fau, dan Ruslan Magu, BA.
Ketua AMI, Prof. Hj. Husna, mengatakan penanaman bibit baru menjadi simbol keberlanjutan program penyelamatan Jeruk Siompu yang telah berjalan sejak 2021. Menurutnya, panen raya bukanlah akhir dari program, melainkan awal untuk memperluas pelestarian tanaman khas Pulau Siompu tersebut.
“Hari ini kita panen raya jeruk yang sudah berbuah, sekaligus kita tanam bibit baru bersama tokoh masyarakat dan siswa MAN 1 Siompu. Kita berharap masyarakat memiliki keinginan yang sama untuk kembali melestarikan Jeruk Siompu agar tidak punah,” ujar Prof. Husna.
Ia menjelaskan, secara alami Jeruk Siompu yang berasal dari biji membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun untuk mulai berbuah. Namun melalui penerapan teknologi pupuk hayati mikoriza, tanaman mampu memasuki fase generatif lebih cepat, bahkan sebelum berusia tiga tahun.
Program pengembangan Jeruk Siompu sendiri telah menanam sekitar 500 pohon yang tersebar di lima titik di Kecamatan Siompu dengan luasan lahan antara seperempat hingga satu hektare selama periode 2021–2023.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian plasma nutfah lokal yang memiliki nilai historis, budaya, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat Pulau Siompu.
Keberhasilan program juga dirasakan langsung oleh para petani. Ruslan Magu, pemilik kebun di Desa Biwinapada, mengaku bersyukur karena tanaman yang dirawatnya kini telah menghasilkan buah.
Menurutnya, keberhasilan itu didukung oleh perawatan intensif, mulai dari penggunaan pupuk kandang hingga penimbunan akar yang muncul ke permukaan tanah.
“Tentu kami bersyukur sekali. Kami berharap program ini terus berlanjut untuk penyelamatan Jeruk Siompu, tentu dengan penyiapan fasilitas yang memadai,” harap Ruslan.
Melalui panen raya yang dibarengi penanaman bibit baru ini, AMI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pelestarian Jeruk Siompu dapat terus berlanjut.
Selain menjaga keberadaan varietas endemik yang menjadi identitas Pulau Siompu, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan komoditas hortikultura unggulan daerah. (red/id)











