KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat tata kelola data sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang berkualitas. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Kendari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tahun 2026 di Kendari, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhammad Saiful, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, serta diikuti para petugas pengelola data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Muhammad Saiful menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, masih adanya ketidaksinkronan data antarinstansi kerap menghambat proses pengambilan keputusan, termasuk saat pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Sering kali pimpinan harus melaksanakan rapat dengan Pak Gubernur, tetapi terkendala karena data yang disampaikan tidak sinkron. Karena itu, setiap perangkat daerah sebagai produsen data memiliki tanggung jawab memastikan data sektoral yang dihasilkan memenuhi prinsip dan standar Satu Data Indonesia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap data yang diproduksi OPD harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, dilengkapi metadata, menggunakan kode referensi, serta dapat diintegrasikan dan dipertukarkan antarinstansi. Dengan demikian, data yang tersedia benar-benar valid dan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Muhammad Saiful mencontohkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini menjadi acuan nasional dalam memetakan kondisi masyarakat hingga tingkat individu berdasarkan nama dan alamat.

Menurutnya, validitas data juga sangat menentukan keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, termasuk percepatan penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus diberikan berdasarkan data yang akurat agar benar-benar tepat sasaran.
“Jangan sampai kita datang membawa bantuan untuk keluarga yang ternyata kondisi ekonominya sudah mampu. Ini menunjukkan betapa pentingnya data yang akurat agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan dan kelembagaan Satu Data Indonesia, standar data, metadata, interoperabilitas, kode referensi, penggunaan aplikasi e-Walidata dan e-Daleb, hingga praktik penginputan serta pemutakhiran data sektoral.
Muhammad Saiful berharap seluruh peserta mengikuti bimtek dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di masing-masing OPD. Ia juga meminta para Petugas Penghubung (PIC) data lebih proaktif melakukan pembaruan data tanpa harus menunggu arahan pimpinan.
“Kami berharap setelah kegiatan ini tidak ada lagi kesulitan mendapatkan data ketika pimpinan membutuhkan bahan paparan atau penyusunan kebijakan. Semua data harus siap, lengkap, dan mudah diakses,” katanya.
Di akhir sambutannya, Muhammad Saiful menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Kota Kendari, para narasumber, peserta, serta panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan Bimtek Satu Data Indonesia Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesamaan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh OPD dalam menghadirkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai landasan pembangunan Kota Kendari yang lebih efektif dan tepat sasaran. (red/id)












