KORANHeadline.com, KENDARI – Tim dosen Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Ekowisata Anggrek, HHBK dan Jasa Lingkungan di Kebun Raya UHO, Kamis (24/4/2025).
Tim dosen beranggotakan 20 orang terdiri atas 19 dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) dan 1 dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Sementara pesertanya merupakan siswa Kelas V SD Negeri 92 Kendari sebanyak 38 orang.
Salah satu dosen Eka Rahmatia Tuwu, SP., M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian bertujuan mengajak siswa untuk mengenal anggrek, Hasil Hutan Bukan Kayu serta Jasa Lingkungan yang ada di Kebun Raya UHO.
Eka menambahkan bahwa kegiatan diawali dengan penjelasan secara sibgkat tentang Kebun Raya UHO oleh pengelola KR UHO. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh masing-masing tim sesuai dengan tema pengabdian.
“Kegiatan penyampaian materi Jasa Lingkungan terkait keberadaan hutan di KR UHO dengan pengendalian perubahan iklim dan tata air (hidrologi). Sedangkan Materi HHBK fokus kepada tumbuhan obat khususnya pohon kayu putih (penghasil minyak kayu putih), pohon penghasil buah seperti pohon ruruhi serta Rotan,” terang Eka yang juga dosen Ilmu Prodi Lingkungan FHIL UHO.
Sementara itu, lanjutnya, materi terakhir adalah ekowisata anggrek. Pada kegiatan ekowisata anggrek siswa diajak ke rumah koleksi anggrek KR UHO untuk melihat secara langsung beragam jenis anggrek.
Wali Kelas V SDN 92 Kendari, Hasnani Tombo, S.Pd mengaku senang para siswanga diajak masuk ke kebun raya UHO mengenal anggrek dan potensi alam lainnya.
“Kami berharap kedepan kebun raya dapat menjadi tempat eduwisata,” ungkap Hasnani.
Ditempat sama, pengelola KR UHO (Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati/Kebun Raya UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si merasa senang KR UHO dijadikan tempat pengabdian dosen.
“Kami sangat senang, KR UHO dijadikan tempat pengabdian Dosen. Pengabdian sangat relevan dengan tugas pokok Unit Penunjang Akademik Kebun Ilmu Hayati UHO yakni menunjang kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi,” pungkas Prof Danu. (red/id)















