KORANHeadline.com, KENDARI – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi meluncurkan Album Rupiah Meambo 2026 di atas Kapal Pinisi Kendari dalam tajuk Sunset Privat Trip, Jumat (6/2/2026).
Album yang terdiri atas 10 lagu ini merupakan karya orisinal dari KPwBI Sultra dan kini telah tersedia di platform musik Spotify.
Kehadiran album ini bertujuan untuk mendukung kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Melalui pendekatan seni musik, Bank Indonesia mengajak masyarakat Sultra untuk lebih mencintai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, bangga menggunakannya, dan paham cara memperlakukan serta bertransaksi dengan Rupiah secara bijak.
“Saya mengapresiasi kehadiran seluruh pimpinan bank, termasuk Pak Andri. Tahun ini, agenda kita akan semakin padat dengan peningkatan anggaran kegiatan untuk memperluas jangkauan digitalisasi sistem pembayaran dan literasi Rupiah. Mari kita jalani program tahun ini dengan semangat positif dan kolaborasi yang solid,” ungkap Edwin, kutip dalam laman resmi Bank Sultra disela kegiatan silaturahmi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sultra.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, memberikan apresiasinya terhadap langkah inovatif ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-bank untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Kami di Bank Sultra sangat mendukung inisiatif KPwBI dan BMPD ini. Peluncuran Album Rupiah Meambo adalah cara yang segar dan relevan untuk mengedukasi masyarakat mengenai CBP Rupiah. Selain itu, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami para pimpinan perbankan untuk menyelaraskan program kerja tahun 2026 agar lebih berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara,” ungkap Andri.
Selain peluncuran album, kegiatan ini juga memaparkan peningkatan anggaran program kerja BMPD Sultra tahun 2026 yang diestimasikan mencapai Rp1,22 miliar, naik dari tahun sebelumnya.
Acara ditutup dengan sesi diskusi santai menikmati matahari terbenam (sunset) di Teluk Kendari, sembari mendorong penggunaan QRIS dalam setiap transaksi sebagai bagian dari percepatan digitalisasi daerah. (red/ID/rls)













