Pendidikan

Tambah Koleksi, Kebun Raya UHO Eksplorasi Anggrek dan Tumbuhan Endemik Sulawesi di Desa Matahori

465
×

Tambah Koleksi, Kebun Raya UHO Eksplorasi Anggrek dan Tumbuhan Endemik Sulawesi di Desa Matahori

Sebarkan artikel ini
Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan Eksplorasi Anggrek dan Tumbuhan Endemik Sulawesi di Desa Matahori, Kecamatan Pandanguni, Konawe.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan Eksplorasi Anggrek dan Tumbuhan Endemik Sulawesi di Desa Matahori, Kecamatan Pandanguni, Konawe pada 27 September sampai dengan 5 Oktober 2024.

Kepala UPT Kebun Ilmu Hayati/Kebun Raya UHO Dr Hj Siti Leomo mengungkapkan bahwa kegiatan eksplorasi anggrek dan tumhuhan endemik Sulawei merupakan kegiatan rutin Kebun Raya UHO yang dilakukan setiap tahun.

“Eksplorasi ini sudah menjadi kegiatan rutin kami. Tentunya ini bertujuan untuk mengoleksi anggrek dan tumbuhan di hutan desa Matahori yang selanjutnya tumbuhan tersebut di bibitkan dan dijadikan koleksi Kebun Raya UHO,” terang Leomo, Minggu (13/10).

Baca Juga :  Jadi Dosen Tamu, Kadis Ketapang Beberkan Strategi Menjaga Stabilitas Pangan Dihadapan Ratusan Mahasiswa Pertanian UHO

Sementara itu, Sekretaris UPT Kebun Ilmu Hayati/Kebun Raya UHO, Dr Faisal Danu Tuheteru menambahkan bahwa eksplorasi anggrek dan tumbuhan endemik Sulawesi melibatkan Ahli Botani BRIN, Pengelola Kebun Raya UHO dan melibatkan mahasiswa Jurusan Kehutanan UHO.

“Jadi kegiatan kita ini melibatkan Ahli Botani BRIN, Pengelola Kebun Raya UHO dan melibatkan mahasiswa Jurusan Kehutanan FHIL UHO. Alhasil, kita dapatkan tumbuhan non anggrek sebanyak 155 jenis, sedangkan anggrek ada 26 jenis,” beber Danu.

Baca Juga :  FKM Unhas Gelar Workshop Pemodelan Dinamik bagi Mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat di Bangkok

Tambahan ini, lanjut dosen FHIL UHO, menambah koleksi anggrek, tumbuhan lokal dan endemik di Kebun Raya UHO. Tercatat, kini koleksi tumbuhan endemik sebanyak 621 bibit dan koleksi anggrek sebanyak 113 pohon, sehingga total koleksi sebanyak 734.

“Koleksi tersebut telah dikoleksi di pembibitan Kebun Raya UHO. Selanjutnya bibit koleksi tersebut akan ditanam di kebun raya sebagai bentuk konservasi ex-situ,” bebernya.

Baca Juga :  Program Takakura di Desa Pallantikang, Mahasiswa FKM Unhas Dorong Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah Organik

Dikesempatan ini, Danu mengucapkan terima kasih atas dukungan Rektor UHO serta dukungan dari KPH Laiwoi dan Kepala Desa Matahori.

“Terima kasih Rektor UHO atas dukungannya serta kepada Kepala KPH Laiwoi dan Kepala Desa Matahori atas izin pelaksanaan eksplorasi,” pungkas Danu.(red/id)

Editor : Jarwo

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!