Advetorial

Jadi Pembicara di Rakor Kerja Otoritas Bandara Irban Wilayah 5, Kadishub Sultra Berharap Sejumlah Bandara Kembali Beroperasi

532
×

Jadi Pembicara di Rakor Kerja Otoritas Bandara Irban Wilayah 5, Kadishub Sultra Berharap Sejumlah Bandara Kembali Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Kadis Perhubungan Sultra, Dr. Rajulan, S.T, M.Si (tengah).

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Rajulan, S.T, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Wilayah Kerja Otoritas Bandara Irban Wilayah 5 untuk Indonesia Timur di Makassar.

Pertemuan ini melibatkan lima provinsi di wilayah tersebut, yang masing-masing diminta mempresentasikan permasalahan terkait penerbangan di daerah mereka. Kadishub berkesempatan menjadi pembicara dalam pertemuan kali ini.

Kadis Perhubungan Sultra, Dr. Rajulan, S.T, M.Si (kiri) usai kegiatan.

Salah satu sorotan utama berasal dari Sulawesi Tenggara, dimana beberapa bandara saat ini tidak lagi beroperasi. Rute Kendari-Wakatobi yang sempat terhenti telah kembali beroperasi sejak 31 Oktober 2024. Namun, rute Makassar-Wakatobi maupun Kendari-Wakatobi belum tersedia. Padahal, rute Kendari-Wakatobi memiliki potensi tinggi tetapi membutuhkan subsidi untuk beroperasi.

Subsidi dianggap penting, tetapi tantangan muncul dari rendahnya tingkat keterisian kursi (load factor) pada rute terkait. “Misalnya, pada rute Kendari-Baubau, penumpang kadang hanya dua hingga tiga orang, sehingga tidak memungkinkan bagi maskapai untuk menutupi biaya operasional pesawat,” ungkap Muhamad Rajulan saat ditemui awak media di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov dan Polda Sultra Hadirkan Kolam Renang Repsentatif Penunjang Profesionalitas Personel
Rapat Koordinasi (Rakor) Wilayah Kerja Otoritas Bandara Irban Wilayah 5 untuk Indonesia Timur di Makassar.

Selain itu, sambung Rajulan, hal serupa juga terjadi pada rute Kendari-Muna Barat melalui Bandara Sugimanuru, yang belum memiliki penerbangan aktif. Masalah utama adalah tingginya harga tiket, yang melebihi ambang batas yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kememhub)

“Maskapai beralasan bahwa biaya operasional pesawat yang tinggi memengaruhi harga tiket, sementara minat penumpang tetap rendah karena adanya alternatif transportasi darat dan laut dengan biaya lebih murah,” terang Rajulan.

Selain Sulawesi Tenggara, kata Rajulan daerah lain di Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, termasuk bandara kecil yang kurang beroperasi meskipun berada di lokasi strategis seperti destinasi wisata.

“Wakatobi, yang dikenal sebagai destinasi wisata nasional, masih memiliki penerbangan yang minim, apalagi bandara kecil seperti di Muna Barat,” tambahnya.



Kantor Dishub Sultra.

Namun, ada pengecualian di Bandara Kolaka yang masih tetap aktif karena aktivitas tambang di wilayah tersebut mendukung jumlah penumpang yang stabil.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Pemprov Sultra Bangun Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi bagi Masyarakat

Upaya Pemprov Sulawesi Tenggara
Dalam rapat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan data permasalahan penerbangan dan menawarkan beberapa solusi. Salah satunya adalah alokasi dana hibah pada tahun 2025 senilai Rp1 miliar masing-masing untuk Bandara Wakatobi dan Bandara Baubau.

“Rapat ini diharapkan dapat menciptakan solusi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Sulawesi Tenggara. Kami telah melakukan berbagai lobi dengan maskapai, tetapi tetap perlu mempertimbangkan alasan mereka. Meski demikian, pemprov akan terus mendukung upaya kabupaten kota untuk menghidupkan kembali bandara-bandara ini,” ucap Rajulan optimis.

Diharapkan melalui koordinasi teknis ini, konektivitas wilayah Sulawesi, khususnya penerbangan, dapat pulih dan berkontribusi terhadap perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Salah satu bandara di Sultra, yakni Matahora di Wakatobi. Ist

Dilansir dari TribunnewsSultra.com, saat ini terdapat enam Bandar Udara (Bandara) di Sulawesi Tenggara (Sultra), yakni Bandara Haluoleo, bandara ini terletak di Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.
Sebelumnya bandara ini bernama Bandara Wolter Monginsidi.

Baca Juga :  Terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Nataru 2024, Dewi Aryani Suzana Beberkan Peran Kurusial Jasa Raharja

Kedua ada, Bandar Udara Sugimanuru. Bandar udara yang terletak di Pulau Muna, tepatnya di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Ketiga, ada Bandara Matahora. Bandar Udara yang dibangun sejak 2007 ini terletak di Pulau Wangiwangi, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Keempat, ada Bandara Betoambari yang terletak di Katobengke, Betoambari, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Memiliki landasan pacu sepanjang 150 x 45 meter.

Kelima, ada Bandara Sangia Nibandera yang terletak di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dan sudah beroperasi sejak 2013.

Bandara dibawan pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Sangia Nibandera, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub.

Terakhir, ada Bandara Maranggo terletak di Patipelong, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bandara ini dibawah pengelolaan Wakatobi Dive Resort. (ADV)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701