Daerah

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi Basah, Pemkot Tetapkan Status Siaga Darurat dan Imbau Warga Lebih Waspada

3061
×

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi Basah, Pemkot Tetapkan Status Siaga Darurat dan Imbau Warga Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
Flayer imbauan Pemkot Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana untuk periode November 2025 hingga April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Kendari.

Menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat tersebut, Pemkot Kendari melakukan inovasi dalam pola komunikasi publik. Himbauan kesiapsiagaan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 1323 Tahun 2025 kini tidak hanya disebarkan dalam bentuk surat konvensional, melainkan dikemas dalam bentuk flyer digital yang menarik.

“Pemerintah Kota mengeluarkan edaran himbauan kesiapsiagaan dalam bentuk flyer, tidak lagi sekadar surat biasa. Tujuannya agar informasi ini lebih mudah, menarik untuk dibaca, dicerna, dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Palaksa BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, Selasa (25/11).

Baca Juga :  Berkontribusi dalam Penyaluran Energi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Beri Award ke Mitra Usaha

Penyebarluasan informasi ini dilakukan secara masif melalui berbagai kanal, mulai dari portal resmi Pemkot Kendari, media online, siaran RRI, hingga jejaring group WhatsApp Perangkat Daerah, camat dan lurah, sehingga diharapkan akan disebarluaskan sampai ke RT, RW dan seluruh masyarakat Kota Kendari.

Penetapan status ini merujuk pada Peringatan Dini Cuaca Provinsi Sulawesi Tenggara dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari (Nomor: e.B/ME.02.04/261/ΚΚΝΙ/X/2025 tanggal 29 Oktober 2025). BMKG memprakirakan adanya peningkatan curah hujan yang signifikan di Kota Kendari mulai November 2025 hingga April 2026.

Baca Juga :  Jadi Narsum Seminar Hukum Pemilu, Ketua KPU Sultra Sebut Kesuksesan Pemilu Berkat Perencanaan Matang

Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi terhadap risiko banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Dalam edaran visual yang dibagikan, Pemkot Kendari menekankan beberapa langkah antisipatif yang wajib diperhatikan warga:

Pencegahan Dini: Masyarakat diminta rutin membersihkan saluran drainase/selokan dan memotong pohon yang kering atau rawan tumbang.

Kewaspadaan Wilayah Rawan: Warga yang bermukim di dataran rendah (rawan banjir) dan lereng bukit (rawan longsor) diminta meningkatkan kewaspadaan.

Prosedur Evakuasi: Jika terjadi bencana, segera matikan aliran listrik. Prioritaskan evakuasi kelompok rentan (anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas).

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Jasa Raharja Sultra Berbagi 400 Bibit Tanaman untuk Program Penghijauan Kota Kendari

Tas Siaga Bencana: Warga dihimbau menyiapkan tas khusus berisi dokumen berharga, pakaian, makanan, obat-obatan, dan uang tunai secukupnya agar mudah dibawa saat kondisi darurat.

Informasi Satu Pintu: Masyarakat diminta tidak menyebarkan berita hoaks yang memicu kepanikan dan hanya memantau informasi resmi dari BPBD Kota Kendari.

Pemkot Kendari juga menyiagakan layanan kegawatdaruratan melalui Call Center 112 yang dapat diakses masyarakat sewaktu-waktu.

“Selain ikhtiar fisik, kami juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa agar Kota Kendari terhindar dari bencana,” lanjut Cornelius. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *