Advetorial

Dudukan Rampung, Patung Haluoleo Segera di Pasang

312
×

Dudukan Rampung, Patung Haluoleo Segera di Pasang

Sebarkan artikel ini
Kadis Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra),
Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si mengungkapkan bahwa dudukan patung Haluoleo telah selesai dikerjakan.

Kabar baik ini Martin sampaikan saat dimintai keterangan awak media disela l peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke 79 tahun 2024 di halaman Kantor
Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra baru-baru ini.

Master plan desain Patung Haluoleo.

Patung Haluoleo yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 ini berlokasi di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), tepatnya fi kawasan Bandar Udara (Bandara) Haluoleo.

“Sekarang dudukannya sudah selesai tinggal finishing saja. Patungnya sementara perjalanan dari Jogya ke Kendari, mungkin satu minggu ini selesai,” terang Martin kepada jurnalis KORANHeadline.com.

Menurutnya, pembangunan Patung Haluoleo di kawasan Bandar Udara Haluoleo menjadi momentum baik dalam memperkuat nilai-nilai sejarah dan tentunya mempererat persatuan di kalangan masyarakat Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).

Dudukan Patung Haluoleo.

Orang nomor satu di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang menargetkan peresmian monumen sejarah ini bisa terlaksana diawal tahun depan. Dirinya pun berharap Patung Haluoleo bisa diresmikan langsung oleh Pj Gubenur Sultra, Komjen Pol (Purn) Dr (HC) Andap Budhi Revianto, S.I.K, M.H.

“Peresmiannya mungkin di tahun depan. Jika sudah siap baru kita akan koordinasikan dengan pimpinan. Kami berharap ini bisa diresmikan Bapak Pj Gunernur Sultra,” ungkap ASN yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov dan Polda Sultra Hadirkan Kolam Renang Repsentatif Penunjang Profesionalitas Personel

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, La Liusu, S.T, M.P.W.K. menambahkan, pembangunan Patung Haluoleo menghabiskan anggaran sebesar Rp2,6 miliar. La Liusu optimis pengerjaannya rampung diakhir tahun.

La Liusu

“Kita optimis pengerjaannya tuntas diakhir tahun. Rencana peresmian kita masih menunggu arahan pimpinan yang jelas kami fokus dulu menyelesaikan pekerjaan. Mudah-mudahan tepat waktu,” ujarnya La Liusu.

La Liusu berharap, pembangunan Patung Haluoleo menjadi icon Sulawesi Tenggara dan tentunya menjadi kebangaan masyarakat, khususnya masyarakat daratan. “Tentunya ini menjadi kebanggaan kita, kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara, mari kita jaga bersama,” ungkap La Liusu.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang mulai membangun patung pahlawan asal Bumi Anoa ini pada 2 Oktober 2024.

Kantor Dinas Cipta Karya Sultra.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, menuturkan bahwa pembangunan Patung Haluoleo tidak hanya berfungsi sebagai penghargaan terhadap sejarah, tetapi juga sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang. Ia menekankan bahwa menjaga nilai-nilai sejarah sangat penting untuk memperkuat identitas dan keharmonisan masyarakat.

“Pemprov Sultra berkomitmen merespon aspirasi masyarakat, termasuk pembangunan Patung Haluoleo,” terang Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) Sultra.

Baca Juga :  Kunker ke Pelindo Kendari, Komisi III Diskusi Penyelesaian Masalah Infrastruktur Jalan

Haluoleo dikenal sebagai sosok pemersatu dan pejuang yang gigih memperjuangkan kepentingan rakyat. Namanya dikenal di seluruh wilayah Sultra dengan berbagai sebutan, seperti La Kilaponto di Muna, Murhum di Buton, dan Haluoleo di kalangan masyarakat Tolaki.

Dukungan dari Lembaga Adat Tolaki dan Akademisi

Pembangunan patung ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Adat Tolaki (LAT), yang sebelumnya mengusulkan pembangunan ini melalui DPRD Sultra. Bisman Saranani, Sekjen DPP LAT, menyambut baik langkah Pemprov Sultra.

Dukungan ini diperkuat oleh pernyataan Prof. La Niampe, pakar kebudayaan dari Universitas Halu Oleo, yang menilai bahwa pembangunan patung ini akan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Menurut Prof. La Niampe, Haluoleo, yang juga dikenal sebagai La Kilaponto atau Murhum, adalah sosok yang menyatukan kerajaan-kerajaan tradisional di Sulawesi Tenggara. Dalam penelitiannya, ia mengaitkan Haluoleo dengan Sugi Manuru, raja Muna, yang memiliki keturunan bangsawan dari berbagai daerah di Nusantara. Hal ini menunjukkan betapa kompleks dan luasnya pengaruh Haluoleo dalam sejarah regional.

Prof. La Niampe juga menyebutkan bahwa pemahaman tentang sejarah Haluoleo harus terus digali dan disebarluaskan agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya mereka. Ia berharap bahwa dengan berdirinya Patung Haluoleo, masyarakat akan semakin terdorong untuk mempelajari dan melestarikan sejarah kebudayaannya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Sultra Resmikan Mess Pemda di Makassar, Dinas Cipta Karya Sukses Selesaikan Proyek

Simbol Persatuan dan Keharmonisan

Pembangunan Patung Haluoleo juga diharapkan menjadi simbol persatuan dan keharmonisan di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya monumen ini, Pemprov Sultra berharap masyarakat dapat terus menjaga kerukunan yang telah tercipta selama ini dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif yang memecah belah.

Monumen ini akan menjadi salah satu landmark penting yang tidak hanya melambangkan sejarah, tetapi juga masa depan yang penuh harapan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra yang dinahkodai Martin Effendi Patulak juga menjalankan sejumlah program lainnya, mulai dari pembangunan fasilitas publik, termasuk pembangunan monumen bersejarah.

Sebut saja, pembangunan Patung Oputa Yi Koo di Baubau, pembangunan Gedung Kantor Gubernur Sultra, pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Tomia Kabupaten Wakatobi.

Kemudian, pembangunan Rumah Makan milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra, pembangunan Kolam Renang Brimob buah kolaborasi Pemprov dan Polda Sultra, serta pembangunan Aula Makorem 143/Halu Oleo buah kerjasama Pemprov dan Korem 143/Halu Oleo.

Selanjutnya, ada lanjutan pembangunan ESDM Sultra, pembangunan fasilitas air bersih sumur bor bagi masyarakat, pembangunan sarana sanitasi dan pembangunan fisik lainnya. Sedangkan di 2025 Dinas Cipta Karya bakal memperbaiki fasilitas olahraga dan rekreasi di kawasan Eks MTQ. (ADV)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!