KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen hadirkan iklim investasi yang aman dan mudah bagi investor yang akan berinvestasi di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).
Investasi yang hadir tentunya berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah itu sendiri. Namun harus juga ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.
Kepala (DPM-PTSP) Sultra Parinringi, S.E., M.Si menuturkan bahwa pihaknya saat ini terus mendorong upaya optimal dalam menjamin iklim investasi yang aman dan mudah bagi investor di Bumi Anoa. Langkah ini dilakukan demi menjamin keamanan dan kemudahan bagi investor.
Kini, Pemprov Sultra juga terus mendorong peningkatan jumlah investasi di sektor pertambangan maupun sektor potensial yang lainnya. Mengingat, Sultra kaya akan potensi pertambangan khususnya nikel, aspal dan emas. Meskipun ada sejumlah potensi pada sektor lainnya yang menjanjikan.
“Sejak tahun 2023 hingga saat ini, kami terus mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru sebagai kawasan strategis nasional yang akan mendukung tujuan investasi. Sebagaimana arahan pemerintah pusat dalam mendukung iklim investasi nasional,” ungkap Parinringi baru-baru ini.
Bercermin pada realisasi investasi pada tahun 2023, kata Paringringi, Pemprov Sultra mencatat besaran invetasi yang masuk mencapai Rp14 triliun, atau 64,4 persen dari target investasi sebesar Rp 21 triliun. Maka target investasi tahun 2024 terus meningkat yakni sebesar Rp 24 triliun.
Ia menyakini 2024 ini dapat tercapai dan memenuhi sasaran. “Kami meyakini, upaya terus mendorong investasi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra,” tambahnya.
Meningkatnya angka investasi akan berdampak positif terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berefek pada tingkat pengurangan angka pengangguran di Sultra.
“Saya menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting, dalam menciptakan iklim investasi yang positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sultra,” ujar mantan Pj Bupati Kolaka Utara.
Ia membeberkan sebagaimana arahan Pj Gubernur Sultra, setidaknya ada empat kebijakan strategis yang terus didorong guna menciptakan iklim investasi yang aman dan mudah di Bumi Anoa.
Diantaranya yakni mendorong investasi hilirisasi nikel dan aspal dengan mengaktifkan promosi potensi investasi hilirisasi produk nikel dan aspal.
Kemudian, membangun kerjasama dengan sektor privat dalam mendatangkan investor, dan menyusun skema investasi yang menarik bagi calon investor, baik dalam maupun luar negeri.
Selain itu, kebijakan dan program pemrov Sultra selanjutnya yakni menyederhanakan prosedur dan tata kelola layanan perizinan bagi investor di Sultra.
Kemudian kebijakan selanjutnya, menerapkan layanan perizinan investasi satu pintu atau terintegrasi berbasis digital, dan meningkatkan profesionalisme pemberi layanan melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi.
Ditingkat kabupaten kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga hadir mendukung kemudahan investasi yang digungkan Pemprov Sultra.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Kendari, Maman Firman Syah menyebut Pemkot Kendari sangat membuka diri terhadap investor-investor yang ingin menanamkan modalnya di Kota Kendari selama memenuhi persyaratan yang diberikan.
“Kota Kendari sangat membuka diri ke investor-investor yang akan menamamkan modalnya di Kota Kendari. Bahkan kita akan memberikan kemudahan seperti memberikan pendampingan, misalnya terkait perizinan dan kesuaian ruang,” terang Maman baru-baru ini. (ADV)















