KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra optimis pengerjaan Gedung Kantor Gubernur Sultra yang baru kelar tepat waktu.
Kehadiran gedung baru dengan desain delapan lantai di kawasan perkantoran Bumi Praja diharapkan dapat meningkatkan kinerja birokraasi pemerintahan menuju Sulawesi Tenggara yang maju dan berkembang.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak menuturkan, tahap pengerjaan saat ini difokuskan pada dinding eksterior gedung yang diharapkan selesai tepat waktu. Kini proyek ini berada pada tahap penting untuk penyelesaian dinding eksterior, dengan kemajuan signifikan di beberapa bagian.

Katanya, beberapa material tambahan untuk dinding pada bagian sisi gedung lainnya sudah tersedia dan siap dipasang. “Jadi saat ini yang dikerjakan adalah dinding kanan gedung yang sudah hampir rampung. Tinggal proses plaster, pengecatan dan pemasangan jendela kaca,” ujar Martin Efendi baru-baru ini.

Eselon II Pemprov menyebut pada bagian depan gedung, desain arsitektur menggunakan kaca secara keseluruhan, yang menciptakan tampilan lebih modern dan elegan. Menurutnya, penggunaan kaca ini tidak hanya memberikan estetika yang menarik, tetapi juga mempercepat proses pengerjaan karena pemasangannya yang lebih sederhana dibandingkan material lain.
“Saat ini progres pembangunan baru mencapai sekitar 18 persen. Kami optimistis pengerjaan dapat berlangsung dengan cepat karena semua material yang dibutuhkan sudah siap dan tinggal dipasang. Bagian depan gedung ini full kaca, jadi pengerjaannya tidak butuh waktu yang lama,” ungkap Martin Efendi.
Pada tahap awal ini, alokasi anggaran proyek ini mencapai Rp16 miliar. Katanya, biaya finishing gedung akan jauh lebih besar karena membutuhkan banyak kelengkapan tambahan.
“Untuk finishing, kita butuh sekitar Rp50 miliar. Hal ini mencakup beberapa fasilitas seperti pemasangan lift, penyelesaian interior, dan penambahan elemen penting lainnya untuk operasional gedung. Target kita, minggu ketiga Desember 2024 proyek ini akan rampung sesuai dengan jadwal,” beber Martin.

Mantan Kadis Dinsos menambahkan, tahap finishing ini merupakan bagian yang paling mahal dalam pembangunan, mengingat kelengkapan gedung harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Infrastruktur seperti lift sangat penting mengingat gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan diharapkan memberikan akses yang mudah bagi seluruh pengguna, termasuk masyarakat umum.
Pembangunan kantor Gubernur Sultra yang baru ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pemerintahan, tetapi juga diharapkan menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Bumi Anoa. Gedung ini nantinya akan menjadi ikon arsitektur modern di Kota Kendari dan diharapkan dapat meningkatkan citra provinsi di mata masyarakat serta pengunjung dari luar daerah.

“Saya berharap bahwa keberadaan gedung baru ini dapat memberikan kenyamanan yang lebih bagi pegawai pemerintah dalam menjalankan tugas, serta memfasilitasi layanan publik yang lebih baik dan cepat. Proyek ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam memperbaiki fasilitas publik dan menciptakan ruang kerja yang efisien,” ucapnya lagi.
Gedung baru ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan berbagai dinas yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta mempermudah koordinasi antar lembaga. Selain itu, gedung ini juga akan dilengkapi dengan sistem keamanan dan teknologi canggih yang mendukung kegiatan administrasi modern.
Meski pengerjaan terus dikebut, Martin tidak menampik adanya berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan kemungkinan keterlambatan pengiriman material dari luar daerah.
“Kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa pengiriman material berjalan sesuai jadwal, sehingga target bisa tercapai,” jelasnya.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan upaya maksimal dari para pekerja konstruksi di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimis bahwa pembangunan kantor gubernur baru ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Martin juga berharap dukungan dari masyarakat dalam bentuk doa dan dukungan moral untuk kelancaran proyek ini.
Tidak hanya membawa manfaat dari sisi pelayanan pemerintahan, proyek pembangunan kantor Gubernur Sultra ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam proses konstruksi, proyek ini telah membuka lapangan kerja sementara bagi para pekerja lokal yang terlibat, serta memicu perputaran ekonomi di sektor konstruksi dan bahan bangunan.
Kedepannya, keberadaan gedung kantor gubernur yang modern ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Sulawesi Tenggara, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Infrastruktur yang baik dan representatif sangat penting dalam menarik minat investor karena mencerminkan kesiapan daerah dalam memberikan fasilitas dan pelayanan yang memadai.
Dengan target penyelesaian akhir tahun 2024, gedung baru kantor Gubernur Sultra ini diharapkan tidak hanya menjadi kantor yang megah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelayanan publik yang efisien.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan responsif melalui fasilitas yang nyaman dan representatif. (ADV)















