KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Puskesmas Poasia, Asmawati, SKM, M.Kes, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Hal ini ditekankan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberantasan sarang nyamuk.
Imbauan tegas ini disampaikan menyusul ditemukannya tiga kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Poasia pada awal tahun ini. Temuan kasus tersebut menjadi atensi serius bagi pemerintah setempat untuk segera melakukan langkah pencegahan agar tidak meluas.
Terkait kondisi ketiga pasien, Asmawati menjelaskan bahwa saat ini mereka masih dalam perawatan namun sudah menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif.
“Alhamdulillah ketiganya sudah dalam keadaan baik. Satu pasien dirawat di RS Bahteramas, satu di Puskesmas Poasia, dan satu lagi rawat jalan,” jelas Asmawati, Selasa (13/1/2025).
Ia menambahkan, petugas kesehatan terus melakukan pemantauan intensif, termasuk melakukan kunjungan langsung ke rumah para pasien.
Gencarkan 3M Plus dan Abate Gratis
Sebagai langkah preventif, Asmawati mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan rutin menerapkan pola 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur barang bekas), serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pihak Puskesmas juga memanfaatkan media sosial dan kader Posyandu untuk menyebarluaskan informasi bahaya DBD.
Selain edukasi, Puskesmas Poasia juga memfasilitasi pencegahan secara fisik dengan menyediakan bubuk abate bagi warga yang membutuhkan.
“Masyarakat yang ingin mendapatkan bubuk abate bisa langsung datang ke Puskesmas Poasia. Kami menyiapkannya secara gratis,” ungkap Asmawati.
Sasar Sekolah dan Pasar
Ke depan, Puskesmas Poasia berencana memperluas jangkauan sosialisasi dengan turun langsung ke lapangan. Target utamanya adalah sekolah-sekolah dan pasar tradisional.
Sosialisasi ke sekolah dinilai sebagai langkah strategis untuk menanamkan kesadaran hidup bersih sejak dini kepada para siswa.
“Langkah ini sangat tepat untuk memberikan informasi kepada anak-anak, sehingga sedini mungkin para siswa bisa menjaga kebersihan diri maupun lingkungannya,” pungkas Asmawati. (red/ID)















