KesehatanMetro

Gaungkan Program Gizi Atasi Stunting

681
×

Gaungkan Program Gizi Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Cornelius Padang

KORANheadline.com, KENDARI – Masalah stunting menjadi persoalan serius pemerintah saat ini. Tidak hanya menjadi fokus tingkat pusat, melainkan juga di daerah, tak terkecuali di Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Dibawah komando Muhammad Yusup sebagai Pj Walikota, Pemkot tahun ini kembali meluncurkan jurus terbaru guna mempercepat penurunan angka stunting.

Kepala Badan Perencanaan Pmbangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Cornelius Padang SE MSi mengungkapkan, pihaknya kini mengaungkan program gizi bagi anak stunting. Harapannya, balita maupun anak di kota lulo tercukupi kebutuhan gizi mereka.

“Fokus utama pemerintah adalah memperkuat integrasi program-program gizi yang sudah ada, dengan memperhitungkan analisis situasi yang cermat, terutama dalam mengidentifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan potensi hambatan yang mungkin muncul,” ujarnya.

Langkah awal pada bulan Januari-Februari 2024, pihaknya sudah melakukan analisis menyeluruh untuk memahami secara mendalam sebaran stunting di seluruh kelurahan Kota Kendari.

Baca Juga :  Dukung Penuntasan Stunting, Koramil Wawonii Dampingi UPTD Puskesmas Langara Cek Gizi Anak di Desa Matabaho

“Evaluasi dilakukan terhadap ketersediaan program yang sudah berjalan, dan kendala-kendala yang memungkinkan menghambat integrasi intervensi gizi. Hasil dari analisis ini menjadi landasan penting untuk menyusun rencana kegiatan pada bulan Februari-Maret 2024,” terang Cornelius.

Mantan Kadis Perumahan menyebut, rencana yang sudah disusun bertujuan untuk memperbaiki pelaksanaan integrasi intervensi gizi dengan pendekatan yang lebih efektif dan terarah.

“Puncak dari semua upaya ini adalah acara yang sangat dinanti, yakni Rembuk Stunting pada bulan Maret 2024. Melalui forum ini, semua pihak yang terlibat, dari pemerintah daerah hingga masyarakat luas, akan bergabung untuk merumuskan strategi konkret dalam menangani stunting di Kota Kendari,” beber Cornelius.



Katanya, sebagai lokus stunting tingkat nasional sejak 2022, Kota Kendari telah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting. Dengan pencapaian penurunan stunting dari tahun 2021 hingga 2022 sebesar 24% menjadi 19,5%, serta target penurunan stunting pada tahun 2023 sebesar 17%, Kota Kendari menetapkan target baru untuk tahun 2024 yaitu mencapai angka stunting sebesar 14%.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Kendari Terima Penghargaan dari Kanwil Kemenkumham Sultra Tepat di HDKD ke 78

“Untuk mencapai target ini, pemerintah memfokuskan pada kelurahan yang menjadi lokus stunting selama 2 atau 3 tahun terakhir. Data prevalensi stunting dan keluarga berisiko stunting menjadi dasar dalam merancang program-program intervensi yang lebih spesifik dan terukur, guna memastikan upaya percepatan penurunan stunting dapat dilakukan secara efektif,” ujar Lius sapaan akrabnya.

Selanjutnya, pada Desember 2023, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kota Kendari mulai melakukan pengumpulan data indikator cakupan layanan. Tindakan ini bertujuan untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting di Kota Kendari.

Proses Analisis Situasi dimulai pada bulan Januari 2024, di mana lokus stunting untuk tahun 2025 akan ditentukan melalui serangkaian diskusi dan evaluasi. Selama waktu yang sama, dilakukan juga Focus Group Discussion (FGD) untuk melakukan pemetaan terhadap program-program dan kegiatan yang sudah ada.

Baca Juga :  Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej Edukasi Ratusan Mahasiswa UHO tentang KUHP Nasional

Setelah proses analisis selesai, pada bulan Februari 2024, dilakukan penyusunan rencana kegiatan oleh Bappeda dan OPD terkait. Puncak dari upaya percepatan penurunan stunting adalah Rembug Stunting pada bulan Maret 2024.

Dalam beberapa bulan berikutnya, implementasi aksi-aksi konvergensi akan dilakukan, termasuk penetapan Peraturan Walikota tentang kewenangan kelurahan terkait penanggulangan stunting, pembinaan kader pembangunan manusia, pengelolaan data stunting, pengukuran dan publikasi data stunting oleh Dinas Kesehatan, serta reviu kinerja tahunan oleh Bappeda, Sekda, dan OPD terkait.

“Dengan kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan target penurunan stunting dibawah 14% dapat tercapai untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kota Kendari,” pungkas Lius. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701