MetroNasional

Asosiasi Mikoriza Indonesia Tanam Tanaman Terancam Punah di Kebun Raya UHO

328
×

Asosiasi Mikoriza Indonesia Tanam Tanaman Terancam Punah di Kebun Raya UHO

Sebarkan artikel ini
Prof Husna saat melakukan penanaman pohon terancam punah di Kebun Raya UHO.

KORANHeadline.com, KENDARI – Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) ambil bagian dalam aksi penanaman pohon serentak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) ke 41 di Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (7/3).

Ketua AMI, Prof Husna Faad mengucapkan selamat sekaligus mengapresiasi gerakan penanaman pohon serentak yang digagas KLHK RI. Menurut Guru Besar FHIL UHO penanaman pohon merupakan langkah baik dalam pemulihan dan pelestarian lingkungan.

“Hari ini kami ikut menanam 10 tanaman endemik seperti Kalappia celebia. Ini merupakan tanaman endemik Sulawesi dan sudah terancam punah sehingga perlu kita selamatkan,” ujarnya usai kegiatan penanaman serentak.

Prof Husna menuturkan sebagai Ketua AMI, pihaknya akan terus menjalin kolaborasi dan sinergitas dengan Kebun Raya UHO dalam misi penyelamatan jenis-jenis pohon endemik Sulawesi terancam punah.

Baca Juga :  Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Semakin Mudah, Berikut Aplikasi dan Kanal yang Disiapkan

“Kolaborasi kita selama ini berjalan baik. Apalagi sekretaris Kebun Raya kini merupakan pengurus AMI, jadi akan sering kita kolaborasi untuk penanaman berbagai jenis tanaman terancam punah seperti kayu hitam, bitobito, kayu kuku dan kalapi sehingga disini bisa menjadi lokasi riset baik itu AMI maupun UHO,” terang Prof Husna.

Lebih lanjut, dalam pelestariannya, sambung mantan Dekan Faperta, pihaknya mengkombinasikan pupuk hayati Mikoriza. Prof Husna menjelaskan Mikoriza merupakan salah satu mikroorganisme tanaman yang bisa menyerap unsur hara dan air dalam tanah dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Baca Juga :  Universitas Terbuka Kendari Mewisuda 595 Alumnus dari Lima Fakultas, Berikut Rinciannya

“Sangat bagus kita padukan dengan pupuk pada saat kita menanam. Tanaman memang harus ada mikoriza nya karena kelebihannya memiliki hifa-hifa yang bermanfaat untuk membantu masuk dalam pori-pori kecil menjelajah didalam permukaan tanah sehingga bisa menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman,” papar Prof Husna kepada media.

Diketahui, kegiatan ini dihadiri Menteri LHK diwakili Analis Kebijakan Ahli Utama KLHK Dr Ir Ruandha Agung Sugardiman MSc, Kepala Dinas Kehutanan Sultra Ir Sahid, Kepala UPT Kebun Raya UHO Dr Hj Leomo MSi, Sekretaris UPT Kebun Raya UHO Dr Danu Tuheteru, Kepala BPDAS Sampara Muhammad Aziz SHut MSi dan lainnya. (red/id)

Baca Juga :  Sinergi dan Kolaborasi Buahkan Hasil, Jasa Raharja Catat Penurunan Jumlah Santunan selama Nataru 2024
















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *