KORANHeadline.com, KENDARI – Puskesmas Poasia mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggelar sosialisasi pencegahan di sejumlah sekolah baik SD, SMP maupun SMA di wilayah Kecamatan Poasia.
Pada Rabu (14/1), aksi edukasi menyasar murid-murid di SDN 6 Kendari, Kelurahan Anduonohu, dan SDN 97 Kendari, Kelurahan Wundumbatu. Kepala Puskesmas (Kapus) Poasia, Asmawati, terjun langsung bersama jajarannya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengenali bahaya DBD.
”Sosialisasi ini merupakan langkah antisipasi karena di awal tahun ini tercatat sudah ada tiga kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Poasia,” ujar Asmawati saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (14/1).
Asmawati menjelaskan bahwa upaya ini tidak akan berhenti di sekolah saja. Pihaknya berencana memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah-sekolah lain serta pasar-pasar tradisional di wilayah Poasia. Ia juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat.
Mengenai kondisi tiga pasien yang terjangkit, Asmawati memastikan bahwa ketiganya menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif meskipun masih dalam perawatan.
”Alhamdulillah, kondisi mereka membaik. Satu pasien dirawat di RS Bahteramas, satu di Puskesmas Poasia, dan satu lagi menjalani rawat jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa petugas kesehatan terus melakukan pemantauan intensif, termasuk kunjungan langsung ke rumah pasien (home visit).
Sebagai langkah pencegahan massal, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan pola 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur barang bekas). Selain melalui edukasi tatap muka, Puskesmas Poasia juga memanfaatkan media sosial dan peran kader Posyandu untuk menyebarluaskan informasi.
Tak hanya sekadar imbauan, Puskesmas Poasia juga memfasilitasi pencegahan fisik dengan menyediakan bubuk abate secara cuma-cuma bagi warga.
”Masyarakat yang membutuhkan bubuk abate bisa langsung datang ke Puskesmas Poasia. Kami menyiapkannya secara gratis demi keamanan lingkungan kita bersama,” tutup Asmawati. (red/ID)















