Daerah

​Pangdam Hasanuddin Letakkan Batu Pertama Pembangunan KDKMP Punggaloba: Jadi Momentum Peningkatan Perekonomian Masyarakat

3105
×

​Pangdam Hasanuddin Letakkan Batu Pertama Pembangunan KDKMP Punggaloba: Jadi Momentum Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pangdam XIV/Hasanuddin Letakkan Batu Pertama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyempatkan diri melakukan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, pada Rabu (26/11/2025), disela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

​Acara penting ini turut dihadiri oleh Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto, Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, Dandim 1417/Kendari Letkol Armed Dhani A.P Girsang, serta jajaran Forkoimda lainnya.

​Dalam sambutannya, Pangdam XIV/Hasanuddin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wali Kota Kendari atas penyediaan lahan yang dinilai sangat strategis untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

​”Ini mungkin lahan yang paling strategis di Indonesia, makanya nanti kita kejar terus supaya progresnya cepat dan bisa digunakan untuk memotivasi di provinsi lain maupun kota-kota lain dan kabupaten lain,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Wilayah IX Ajak Insan Media Sukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional
Penyerahan bantuan kepada masyarakat.

​Jenderal bintang dua TNI AD ini menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan proyek strategis gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan utama untuk membangun perekonomian masyarakat, khususnya di pedesaan.

​”Bapak Presiden Prabowo menggagas proyek strategis ini bahwa perkembangan ekonomi itu dimulai dari pedesaan sehingga yang menikmati kekayaan Indonesia bukan hanya kalangan tertentu saja. Ini tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan roda perekonomian mulai dari desa-desa,” tegasnya.

​Pangdam juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat sekitar KDKMP dalam proses pembangunannya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

​”Artinya kita bangun Koperasi ini dengan cara bergotong-royong. Tukangnya mungkin dan lain sebagainya harus diyakinkan bahwa itu berasal dari sekitaran Koperasi ini,” pungkas Pangdam.

Baca Juga :  Sinergi Pemkot Kendari dan Polda Sultra: Panen Raya Jagung di Abeli Dalam Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

​Di tempat yang sama, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, membeberkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menyukseskan program ini.

Pemkot Kendari telah menyiapkan lahan baru sebanyak 16 titik untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, dengan Kelurahan Punggaloba sebagai titik awal pembangunan.

​”Kami sudah menyediakan lahan baru 16 titik dan kegiatan hari ini titik awal pertama pembangunan. Insyaallah akan berlanjut karena kita di Kota Kendari ada 65 kelurahan,” jelas Walikota, seraya menambahkan bahwa Pemkot berkomitmen menuntaskan kebutuhan seperti penyediaan lahan demi kesuksesan program.

​Sementara itu, Dandim 1417/Kendari Letkol Armed Dhani A.P Girsang, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh Pemkot Kendari demi menyukseskan program Presiden Prabowo.

​”Program koperasi kelurahan merah putih di wilayah Kota Kendari sebanyak 65 Kelurahan yang diharapkan dapat mendirikan satu koperasi satu kelurahan. Sampai dengan per hari ini 26 November 2025, kami setelah mendaftarkan 16 portal (titik),” papar Dandim.

Baca Juga :  Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Edukasi Mahasiswa ITEKES Tri Tunas Nasional Penggunaan APAR

​Dandim juga mengucapkan terima kasih kepada Walikota dan seluruh perangkat daerah yang telah menjalin koordinasi erat terkait penentuan titik pembangunan, meskipun sempat menemui tantangan administrasi terkait aset lahan.

​”Titik di Kota Kendari cukup banyak, sementara kami tahu dinamika di Kota Kendari untuk lahan itu mayoritas yang kami temukan adanya beberapa aset lahan di kota yang merupakan bukan aset kota tapi mayoritas aset provinsinya jadi kita harus melakukan proses administrasi yang berjenjang. Untuk masalah lain kami tidak mendapat masalah yang signifikan, kami berharap ini bisa berjalan lancar,” tutupnya. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *