Daerah

BPP Poasia Distan Kendari Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair Kaya Unsur Hara

3545
×

BPP Poasia Distan Kendari Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair Kaya Unsur Hara

Sebarkan artikel ini
Kepala Distan Kota Kendari, Makmur S.Pd, M.Pd, yang meninjau sekaligus menyaksikan demonstrasi cara pembuatan pupuk tersebut pada hari Kamis, 2 September 2025.

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Poasia melakukan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dengan menciptakan pupuk organik cair berbahan baku limbah rumah tangga.

​Inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Distan Kota Kendari, Makmur S.Pd, M.Pd saat meninjau sekaligus menyaksikan demonstrasi cara pembuatan pupuk tersebut pada hari Kamis, 2 September 2025.

​Makmur menjelaskan bahwa pengembangan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair merupakan terobosan yang sangat berguna bagi masyarakat, khususnya untuk pemenuhan unsur hara (nutrisi, red) yang dibutuhkan tanaman.

Baca Juga :  PTBI Sultra 2025: BI Komitmen Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sultra

​”Limbah rumah tangga ini diolah menjadi pupuk organik cair. Ini sangat berguna bagi asupan nutrisi tanaman (sayuran, red). Pastinya ini sehat bebas dari bahan kimia,” ungkap Makmur.

​Ia menambahkan, bahan baku pupuk ini sangat mudah didapatkan dan dibuat, meliputi air cucian beras, air kelapa yang difermentasi, bonggol pisang, rendaman sabut kelapa dan sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Pengurus BPD HIPMI Sultra 2025–2028 Resmi Dilantik, Wagub: Elemen Penting Mendukung Pembangunan Daerah

​”Ini semua sangat mudah didapatkan dan mudah dibuat. Ini cocok untuk rumah tangga memanfaatkan pekarangannya untuk menanam sayur-sayuran,” jelasnya.

​Dukung Program “Kendari Berkebun” dan Rencana Pengembangan Skala Besar

​Lebih lanjut, Makmur menyatakan bahwa Distan Kota Kendari berencana untuk mengembangkan produksi pupuk organik cair ini ke skala yang lebih besar agar dapat dipasarkan.

​”Apalagi kita punya program Kendari Berkebun, butuh pupuk organik, nah ini bisa kita suplai dari situ. Bisa kita kembangkan di seluruh BPP,” pungkas mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut.

Baca Juga :  Jasa Raharja Pastikan Korban Kecelakaan Lalulintas di GTO Ciawi 2 Tertangani Kurang dari 24 Jam

​Sementara itu, Penyuluh BPP Poasia, Marliana SP, menjelaskan teknis pembuatannya. Limbah rumah tangga tersebut dicampur dengan bahan EM4 yang mengandung mikroorganisme untuk membantu proses penguraian bahan organik.

​”Ini mudah dibuat, tinggal dicampur EM4 mengandung mikroba yang membantu mengurai bahan organik. Ini sangat bagus untuk membantu pertumbuhan tanaman, lebih bagus buat tanaman sayuran,” jelas Marliana. ​(red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!